Dikritik Gelar Raker di Hotel Mewah Yogya, Waket KPK Bilang Begini

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 14:04 WIB
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dan Nurul Ghufron di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta, Kamis (28/10/2021).
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dan Nurul Ghufron di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta, Kamis (28/10/2021). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Rapat kerja KPK di salah satu hotel bintang 5 di Yogyakarta mendapat kritik dari Pukat FH UGM. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata angkat bicara.

"(Hotel) Bintang 5 kalau tarifnya bintang 3 kenapa tidak, kan seperti itu. Teman-temen bisa tanya ke pihak hotel berapa KPK membayar untuk kegiatan ini. Kita transparan, terbuka dan semuanya dipertanggungjawabkan," kata Marwata ditemui wartawan di Sheraton Mustika Yogyakarta, Kamis (28/10/2021).

Marwata mengatakan agenda raker di Yogya sudah direncanakan jauh-jauh hari. Ia juga memastikan anggaran yang digunakan tidak melebihi plafon anggaran yang tersedia. Namun, saat ditanya soal berapa anggaran untuk menyewa hotel, Marwata tidak mengetahuinya.

"Itu masih dalam batas-batas plafon anggaran yang kita susun. Pasti, kami tidak mungkin menyelenggarakan suatu kegiatan yang tidak tersedia anggarannya atau melebihi dari plafon anggaran yang disediakan," tegasnya.

Pimpinan KPK itu juga menyebut raker di luar daerah bukan hanya dilakukan oleh lembaganya. Lembaga pemerintahan yang lain juga sering melakukan hal serupa.

"Dan saya kira kalau program-program seperti ini, itu kan juga banyak dilakukan lembaga pemerintahan yang lain," ucapnya.

Marwata juga menjelaskan jika pemerintah punya program untuk penyelamatan ekonomi. Salah satunya untuk sektor pariwisata. Ini juga jadi salah satu pertimbangan KPK menggelar raker di Yogya.

"Pemerintah punya program Penyelamatan Ekonomi Nasional dalam rangka pandemi, salah satu sektor yang didorong adalah pariwisata. Saya kira Yogya itu jadi tujuan wisata ini jadi pertimbangan kami kegiatan itu dilakukan di Yogya," ucapnya.

"Sekali lagi ini merupakan rencana kerja yang sudah kami susun jauh-jauh hari, bukan dadakan," tegasnya.

Soal banyaknya kritik yang menyebut jika raker bisa dilakukan di Jakarta, Marwata tak mau ambil pusing.

"Semua kritik, masukan, apapun tergantung sudut pandang kita. Kalau ada yang mengatakan semua bisa di (Jakarta) bisa. Dengan teknologi informasi sekarang semua bisa, itu yang selama ini sudah kami lakukan," katanya.

Akan tetapi, ia punya alasan kenapa raker yang mengumpulkan semua pejabat struktural tidak bisa dilakukan di kantor. Sebab, lanjut Marwata, raker ini bukan hanya untuk membahas beberapa hal penting tapi juga menyatukan antara pimpinan dan pejabat struktural.

"Tapi kembali lagi, kita kadang-kadang harus menarik diri. Ini salah satu yang kami buat, kami kumpulkan semua pejabat struktural tujuannya untuk membangun kebersamaan, untuk menyatukan persepsi visi kami bersama ke depan apa yang harus kita lakukan," jelasnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...

Saksikan juga 'Firli ke Pegawai: Jadi ASN Jangan Sampai Hambat Tugas Pokok KPK:

[Gambas:Video 20detik]