Menko Muhadjir Nyatakan Kota Solo Harus Nol Kawasan Kumuh pada 2022

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 13:45 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy di Solo, Kamis (2/9/2021).
Menko PMK Muhadjir Effendy di Solo, Kamis (2/9/2021). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy kembali mengunjungi Kota Solo, Jawa Tengah, untuk memastikan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) berjalan. Dia menyebut Solo harus nol kawasan kumuh.

"Ya harus nol (kawasan kumuh) nanti. Solo harus jadi model yang nanti kita harapkan ini menjadi semacam prototipe untuk menyelesaikan persoalan pemukiman kumuh di daerah lain," kata Muhadjir usai rapat koordinasi di Balai Kota Solo, Rabu (27/10/2021).

Hal tersebut disampaikan Muhadjir saat menjawab pertanyaan mengenai seberapa persen program Kotaku akan menuntaskan masalah kawasan kumuh. Menurutnya, kawasan kumuh di Kota Solo harus dibenahi secara keseluruhan.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan saat ini program sudah mulai berjalan. Dia menargetkan penataan kawasan kumuh Kota Solo rampung di tahun 2022.

"Sudah jalan, kita harapkan 2022 sudah selesai semua. Untuk itu kita kumpulkan semua sumber-sumber dana dari berbagai lini untuk menyelesaikan ini secara keroyokan," katanya.

Sumber dana tersebut, antara lain berasal dari program tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan yang digandeng pemerintah. Bentuk dari penataan kawasan itu, antara lain ialah pembangunan rumah layak huni di kawasan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

"Pokoknya saya menyanggupi beberapa yang nanti akan segera saya percepat, termasuk membantu mencarikan sumber dari CSR untuk pembangunan rumah layak huni, itu yang tidak bisa didanai kementerian terkait, terutama PUPR, karena jumlahnya lebih banyak," ujar dia.

Muhadjir menjelaskan bahwa penataan kawasan kumuh penting dilakukan. Hal ini merupakan langkah awal untuk pengentasan kemiskinan.

"Ini penanganan tema besarnya kemiskinan, lebih spesifik kemiskinan ekstrem yang 70 persen di wilayah kantong. Karena di kantong, maka pendekatannya ekosistem, tidak bisa orang per orang, rata-rata umumnya pasti tinggal di rumah tidak layak huni, kumuh, sanitasi jelek dan langka air bersih, pendekatan tidak mungkin tidak dengan pendekatan lingkungan," pungkasnya.

Seperti diketahui, Menko Muhadjir telah meninjau lokasi kawasan kumuh di Solo pada 2 September 2021 lalu. Selain Solo, ada sejumlah daerah yang sudah dikunjungi, seperti Sukabumi, Banjarmasin, Bangka Belitung dan Kendari.

(sip/ams)