Sultan HB X soal Kasus Corona di Sekolah Bantul: PTM Tetap Lanjut

Heri Susanto - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 13:30 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Senin (22/2/2021).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Senin (22/2/2021). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Yogyakarta -

Dua sekolah di Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tempat penularan virus Corona atau COVID-19. Meski begitu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pembelajaran tatap muka (PTM) tetap dilanjutkan.

"PTM tetap lanjut. Itu hanya kasus saja," kata Sultan, ditemui di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Yogyakarta, Rabu (27/10/2021).

Untuk diketahui kedua sekolah di Kapanewon Sedayu, Bantul yang ditemukan kasus COVID yakni SDN Sukoharjo dan SMK N 1 Sedayu. Dari kedua sekolah ini total ada 16 kasus Corona.

Sultan menyebut penanganan kasus positif Corona diutamakan setelah penemuan kasus. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran kasus Corona yang meluas.

"Penting itu cepat ditangani agar tidak jadi klaster. Ya namanya anak nek (kalau) terus dolan ya repot. Asal cepat ditangani tidak jadi klaster," katanya.

Sultan pun mengimbau warga sekolah yang dinyatakan positif Corona untuk menjalani isolasi mandiri (isoman). "Isolasi sama-sama," ucap Sultan.

Sultan menyebut pihaknya bersama dengan sekolah sudah mempersiapkan PTM ini dengan maksimal. Salah satunya dengan vaksinasi Corona bagi para siswa.

"Saya kira sekolah pemda sudah maksimal tidak hanya vaksin, sekolahnya kan mempersiapkan," terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya mengatakan, pihaknya sudah menghentikan PTM terbatas di SMKN 1 Sedayu. Hal tersebut untuk menyelesaikan proses tracing dan testing.

"Untuk sementara tatap muka terbatas dihentikan. Untuk tracing hari ini (27/10) dan besok (28/10)," terang Didik.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 5 murid dan seorang guru di SMKN 1 Sedayu, Bantul, DIY, terkonfirmasi positif virus Corona. Kasus tersebut muncul karena salah seorang murid yang masuk tracing nekat masuk sekolah padahal hasil swab belum keluar, dan ternyata setelah keluar hasilnya positif COVID-19.

Panewu (Camat) Sedayu Lukas Sumanasa menjelaskan, kasus tersebut berawal dari kasus 8 orang positif di SDN Sukoharjo, Kapanewon Sedayu, Bantul. Dari 8 orang tersebut diperoleh 30 orang yang kontak erat, dan setelah diswab PCR hasilnya ada 3 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Dari tiga orang tersebut salah satunya siswa kelas X SMKN 1 Sedayu," kata Lukas saat dihubungi wartawan, Rabu (27/10).

(ams/sip)