Cuti Bersama Nataru Dihapus, Sultan Yogya Antisipasi Kunjungan Wisatawan

Heri Susanto - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 13:07 WIB
Yogyakarta -

Pemerintah memastikan menghapus cuti bersama Natal dan Tahun Baru (Nataru). Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut pihaknya fokus mengantisipasi kunjungan wisatawan.

"Saya berharap ini (wisata dibuka, pelonggaran PPKM),tidak ada klaster. Nanti menghadapi hari raya Tahun Baru atau Natal (penanganan wisatawan) bisa mudah diprediksi," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X usai memimpin evaluasi triwulan ketiga dengan Bupati dan Wali Kota se-DIY, Yogyakarta, Rabu (27/10/2021).

Hal itu disampaikan Sultan menjawab pertanyaan soal antisipasi wisatawan usai cuti bersama Nataru resmi dihapus.

Sultan berharap tidak ada klaster virus Corona (COVID-19) saat libur Natal dan Tahun Baru. Terlebih selama penerapan PPKM level 2 di DIY ini semua objek wisata juga sudah dibuka dan tetap mempertahankan minim kasus Corona.

"Mestinya Tahun Baru tidak terjadi seperti itu. Tahun baru atau Natal dengan saat ini bedanya opo? (Sama-sama semua tempat wisata dibuka)," katanya.

Meski cuti bersama 24 Desember 2021 dihapus, Sultan berharap mobilitas masyarakat tetap dibatasi. Sehingga diharapkan ancaman gelombang ketiga Corona di awal 2022 bisa teratasi.

"Kalau (saat ini) terjadi klaster ya akan memperketat (mobilitas). Harapan kita selama ini semoga tidak ada klaster. Nanti kita memasuki Tahun Baru atau Natal," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan pemerintah telah meniadakan cuti bersama 24 Desember 2021. Hal ini dilakukan untuk membatasi mobilitas masyarakat yang dikhawatirkan memicu gelombang ketiga COVID-19.

Untuk itu, pemerintah sudah membuat langkah antisipatif kenaikan angka COVID-19 di akhir tahun. Salah satunya menggeser cuti bersama 24 Desember. Keputusan itu sudah diumumkan sejak Juni 2021 yang tertuang dalam SKB Tiga Menteri Nomor 712 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, serta Nomor 3 Tahun 2021 tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama 2021.

Langkah lainnya, larangan ASN mengambil cuti memanfaatkan momen libur nasional. Kebijakan itu berdasarkan Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian ke Luar Daerah dan/atau Cuti bagi ASN Selama Hari Libur Nasional Tahun 2021.

Pemerintah juga sudah menggelar rakor terkait persiapan angkutan Natal 2021 dan tahun baru 2022. Rakor virtual itu digelar Selasa (26/10) kemarin bersama Menhub Budi Karya Sumadi, perwakilan Dirlantas seluruh Indonesia, Dishub seluruh Indonesia, hingga Satgas COVID-19.

Muhadjir mengatakan perlu sosialisasi masif ke masyarakat untuk tidak melakukan mobilitas di libur akhir tahun.

"Saya mohon nanti ada kampanye besar-besaran untuk mengimbau masyarakat agar tidak berpergian. Tidak pulang kampung, atau berpergian atas tujuan-tujuan yang tidak primer," tutur Muhadjir dalam keterangan tertulisnya hari ini.

Muhadjir menyebut, jika ada warga terpaksa bepergian di hari libur tersebut, perlu pemeriksaan syarat perjalanan yang lebih ketat.

"Sehingga nanti kita harapkan jumlah mereka yang akan melakukan perjalanan bisa dibatasi dan juga dikendalikan. Terutama di dalam pengawasan menghindari kemungkinan terjadinya gejala ikutan, yaitu mereka pulang-pergi membawa oleh-oleh COVID-19," terangnya.

(ams/mbr)