Round-Up

Kekesalan-Permintaan Maaf Gibran Terkait Tewasnya Peserta Diksar Menwa UNS

Ari Purnomo - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 06:24 WIB
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Kamis (21/10/2021).
Foto: Ari Purnomo/detikcom
Solo -

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyayangkan insiden meninggalnya seorang mahasiswa UNS, Gilang Endi Saputra saat mengikuti Diksar Menwa. Selanjutnya Gibran meminta maaf kepada publik atas terjadinya peristiwa maut itu di daerahnya.

"Yang jelas saya sangat menyayangkan kejadian seperti itu, bikin malu," ujar Gibran kepada wartawan, Selasa (26/10/2021).

Gibran meminta agar kasus ini bisa diusut tuntas. Sehingga, kasus ini bisa diungkap secara transparan.

"Sudah nanti saya koordinasikan dengan Pak Rektor. Kan lagi diurus sama Pak Kapolres, kita tunggu hasilnya saja, nanti tunggu saja hasil autopsinya seperti apa," tutur Gibran.

Gibran juga berharap kejadian ini tidak akan terulang kembali ke depannya. "Ya jangan berlebihan jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi," ucapnya.

Dia juga menyampaikan permintaan maafnya atas kejadian tragis itu. Gibran menyatakan, turut merasa bersalah atas kejadian tersebut.

Permintaan maaf itu disampaikan Gibran melalui media sosial. Awalnya ada salah satu akun yang me-mention akun Gibran di Instagram terkait berita meninggalnya seorang mahasiswa UNS usai mengikuti Diksar Menwa. Gibran pun membalas mention tersebut dengan permintaan maaf.

"Ya pak, Saya minta maaf ini salah saya," tulis Gibran membalas pertanyaan netizen, Senin malam.

Ditemui wartawan, Gibran memberikan penjelasan terkait dengan permintaan maaf yang dituliskannya di salah satu akun Instagram tersebut.

"Lha piye ta? (Lha bagaimana?) Kejadian apapun yang terjadi di Solo itu ya menjadi tanggung jawab saya," katanya.

Gibran juga memastikan bahwa komentar yang dituliskan melalui akun @gibran_rakabuming itu ditulisnya sendiri.

"Ya saya ta cetha-cetha (jelas-jelas akun terverifikasi) centang biru," kelakarnya.

Diberitakan sebelumnya, Gilang meninggal Minggu (24/10) lalu. Mahasiswa semester 3 jurusan D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (KKK) itu meninggal di hari kedua Diksar Menwa UNS yang bertajuk Pendidikan Pra Gladhi Patria XXXVI.

Polisi mengungkap ada tanda kekerasan pada jenazah Gilang. Namun belum disebutkan secara pasti penyebab kematian Gilang. Kasus tersebut saat ini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng.

"Dari hasil autopsi ada tanda-tanda kekerasan," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy saat dihubungi, Selasa (26/10).

Simak video 'Mahasiswa UNS Meninggal saat Diksar Menwa, Polisi Temukan Sejumlah Luka!':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)