Round-Up

10 Fakta di Balik Meninggalnya Mahasiswa UNS Saat Diksar Menwa

Ari Purnomo - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 08:04 WIB
Solo -

Seorang mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Gilang Endi Saputra (21) meninggal dunia saat mengikuti Diksar Menwa UNS, Minggu (24/10/2021). Belum diketahui secara pasti mengenai penyebab meninggalnya mahasiswa semester tiga tersebut.

Berikut 10 fakta meninggalnya Gilang saat mengikuti Diksar Menwa di UNS:

Mengikuti Diksar Menwa

Saat kejadian Gilang Endi Saputra yang merupakan mahasiswa semester 3 jurusan D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (KKK) tengah mengikuti pendidikan dasar (Diksar) Menwa yang bertajuk Pendidikan Pra Gladhi Patria XXXVI.

Sesuai rencana kegiatan tersebut akan dilaksanakan mulai 23-31 Oktober di kampus UNS dan di Jurug.

"Yang bersangkutan mengikuti kegiatan diklat Menwa. Kegiatannya hanya di sekitar kampus, mulai dari markas, belakang auditorium, GOR UNS, Fakultas Teknik, sama ada kegiatan rappeling di jembatan Jurug," kata Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto, saat dijumpai di kantornya, Senin (25/10/2021).

Tetapi, dua hari pelaksanaannya terjadi tragedi meninggalnya Gilang saat kegiatan diadakan di Bengawan Solo kawasan Jurug.


Polisi lakukan autopsi

Polresta Solo turun tangan untuk mengungkap penyebabnya. Kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak keluarga agar jenazah Gilang bisa diautopsi, sehingga bisa dipastikan mengenai penyebab kematiannya.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan keluarga korban agar jenazah bisa diautopsi dan keluarga sudah mengizinkannya," ungkap Kasatreskrim Polresta Solo AKP Djohan Andika kepada wartawan.

Keluarga temukan luka lebam

"Kondisi korban mukanya sudah memar, banyak mengeluarkan darah. Di tengkuk juga ada luka," kata kerabat korban Sadarno.

Mendapati kondisi tersebut, lanjutnya, pihak keluarga kemudian menggelar musyawarah. Hingga akhirnya keluarga memutuskan untuk melapor polisi.

Pemeriksaan panitia kegiatan

"Klarifikasi secara singkat sudah kita minta di UNS, selanjutnya kita jadwalkan pemeriksaan terhadap panitia kegiatan," terang Kasatreskrim Polresta Solo AKP Djohan Andika kepada wartawan di Mapolresta, Senin (25/10).

Terkait dengan jumlah panitia yang akan dipanggil untuk pemeriksaan, Djohan belum bisa memastikannya. Yang pasti, pihaknya akan memintai keterangan terhadap semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Selanjutnya: penjelasan dari pihak UNS dan pengakuan panitia