Terpopuler Sepakan

Ulah DC Pinjol Ilegal: Kirim Konten Porno, Teror Debitur hingga Bunuh Diri

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 24 Okt 2021 11:00 WIB
Pinjam Online Abal-abal
Foto: Pinjam Online Abal-abal (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Semarang -

Kepolisian bertubi-tubi membongkar sindikat pinjaman online (Pinjol) ilegal akhir-akhir ini termasuk para debt collector (DC) yang meresahkan. DC pinjol ilegal itu melakukan ancaman hingga debitur tertekan bahkan ada yang nekat bunuh diri.

Polda Jawa Tengah menangkap 4 orang dan menetapkan 1 tersangka terkait DC Pinjol ilegal pada 13 Oktober 2021 lalu. Tersangka yaitu seorang perempuan bernama AKA (26) ditangkap di indekos di Yogyakarta. Setelah penangkapannya, disegel juga kantor DC Pinjol Ilegal di Yogyakarta.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Johanson R Simamora mengatakan pengungkapan kasus dengan tersangka AKA berawal dari korban di Kota Semarang yang berniat meminjam uang di Pinjol pada bulan Mei. Saat itu ia sudah memberikan identitas namun peminjama gagal. Namun pada bulan September tiba-tiba ada uang Rp 2,3 juta masuk ke rekeningnya.

"Bulan September dari perusahaan pinjol memberikan SMS ke korban mengatakan sudah terkirim dana Rp 2,3 juta sehingga korban cek tabungan ternyata nihil. Tiga hari kemudian, DC menelepon mengatakan sudah jatuh tempo. Dikatakan kalau tidak bayar akan kirim ke semua WA kalau (korban) menipu. Ada foto vulgar diedit, dikirim. Sehingga korban merasa malu, ada pemerasan dan ancaman," kata Johanson di Mapolda Jateng, Selasa (19/10/2021).

Sementara itu tersangka AKA mengaku memang dirinya bertugas menagih utang. Dia juga mengaku mendapat tugas mengedit foto.

"Ya biasa kayak nagih-nagih. (Yang mengedit foto) sama, saya," kata AKA saat jumpa pers.

AKA mengungkap modus tagih utang yang dia lakukan yakni dengan mengirim pesan spam secara beruntun atau dengan telepon nasabah langsung atau via kontak darurat yang dicantumkan nasabah. Kemudian jika nasabah tidak merespons atau tidak menyanggupi pembayaran maka editan foto berupa wajah korban yang dipasangkan ke foto bugil disebarkan.

"Gambarnya ke nasabah dulu baru ke kontak darurat," ujarnya.

Ulah sindikat pinjol ilegal sangat meresahkan karena mereka berbunga tinggi tidak sesuai yang ditawarkan bahkan jangka waktunya tidak masuk akal. Bulan Juni lalu seorang guru honorer di Salatiga juga menjadi korban ketika ia mendapat pinjaman Rp 3,7 juta tapi kemudian membengkak jadi Rp 206 juta.

Awalnya korban bernama Afifah itu mendapatkan SMS tawaran pinjol kemudian ia berniat meminjam Rp 5 juta dengan tenor 3 bulan. Setelah cair ternyata hanya masuk Rp 3,7 juta dan tenor hanya 7 hari. Bahkan di hari kelima Afifah sudah mendapatkan ancaman hingga ke teman-teman serta koleganya dengan dikirimi foto wajah Afifah diedit ke foto wanita bugil.

"Lima hari jalan sudah diteror. Pokoknya bagaimana harus dibayar, kalau tidak data disebar. Saat itu tidak ada uang untuk bayar. Yang masuk rekening saja belum kepakai," kata Afifah 3 Juni 2021 lalu.

Aplikasi Pinjol tempat dia meminjam uang ternyata terkoneksi dengan banyak pinjol ilegal lainnya, kemudian Afifah yang panik mulai gali lubang tutup lubang hingga utang bengkak sebesar Rp 206,3 juta. Dari upaya gali tutup lubang dan menggadaikan sertifikat rumah sudah terbayar Rp 158 juta, namun ia masih punya utang Rp 47 juta.

Akhirnya ia memilih melapor ke kepolisian. Hingga saat ini Dit Reskrimsus masih terus meneusuri kasus yang menimpa Afifah namun dari penelusuran kantor yang digunakan sindikat pinjol itu fiktif dan kini masih terus diselidiki.

Simak juga 'Rapor Merah Jokowi-Anies, Salat di Masjidil Haram Rapat Lagi':

[Gambas:Video 20detik]