Buntut Video Viral, Ortu Siswa di Pekalongan Polisikan Guru Lakukan Kekerasan

Robby Bernardi - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 11:56 WIB
Viral video guru SMP dan muridnya di halaman sekolah, Kabupaten Pekalongan, Kamis (21/10/2021).
Viral video guru SMP dan muridnya di halaman sekolah, Kabupaten Pekalongan, Kamis (21/10/2021). (Foto: Istimewa)
Kabupaten Pekalongan -

Sebuah video yang memperlihatkan seorang guru SMP dan muridnya di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah viral di media sosial. Video itu berujung pada aduan orang tua siswa kepada polisi. Apa yang terjadi?

Video yang juga tersebar di WhatsApp Group (WAG) itu berdurasi 21 detik. Tampak guru dan muridnya itu sedang berada di sebuah lapangan sekolah.

Entah apa yang terjadi, tapi guru yang ada dalam video itu beberapa kali menyentuh dahi siswa SMP dengan tangannya yang terkepal. Video tersebut sempat viral di sosial media, sebelum akhirnya dihapus oleh sejumlah akun. Namun, hingga saat ini video itu tetap tersebar di sejumlah WAG.

Dari penulusuran detikcom, peristiwa ini terjadi di sebuah SMPN di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan pada Senin (18/10) sekitar pukul 08.30 WIB.

Siswa dalam video itu berinisial A dan gurunya yakni SH. Kepada detikcom, A menceritakan awal mula kejadiannya.

Menurut A, awalnya dia bersama teman sekelasnya bermain bersama dan ada yang melempar kaleng. Namun tiba-tiba guru SH melihat mereka dan menuju ke depan ruangan lokasi ATS dan teman-temannya bermain. Saat itu, kata A, dia dan teman-temannya langsung kabur. Saat itu ia langsung lari menuju ke kelas.

Namun sebelum masuk kelas, A mengaku sempat memukul daun pintu dengan cukup keras. A kemudian dibawa guru SH ke lapangan sekolahnya.

"Saya sempat dipukul bagian perut, dada dan kepala bagian belakang," kata A, kepada wartawan di rumahnya, Kamis (21/10/2021).

"Saya juga sempat dibawa ke ruang BK," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...

Dalam kesempatan yang sama, ibu A, Dumiyati (39) mengatakan dirinya tak terima dengan apa yang dialami anaknya. Dia kemudian mengadukan kejadian ini ke Polres Pekalongan pada Selasa (19/10) sore.

"Dari pihak sekolah dan guru memang sudah datang ke rumah untuk meminta maaf. Kita sebagai manusia ya memaafkan, tapi dengan beredarnya video kekerasan ini membuat anak saya trauma oleh karena itu saya melaporkan ke polisi untuk ditindaklanjuti dan tidak ada lagi kejadian serupa," kata Dumiyati.

Dia baru mengetahui kejadian itu setelah menerima video anaknya yang sudah viral. Dia juga mengetahui peristiwa itu dari kepala desa tempat tinggalnya.

"Baru tahu, setelah saya menerima kiriman video viral itu. Dan juga tahu dari Pak Kades, yang sebelumnya memastikan apakah anak yang divideo itu anak saya atau tidak," lanjutnya.

Diwawancara terpisah, Kapolres Pekalongan, AKBP Arief Fajar Satria, membenarkan adanya aduan dari korban terkait hal itu.

"Kita telah menerima aduan hari Selasa kemarin. Kita upayakan penyelesaian secara kekeluargaan," katanya.

Sementara itu, seorang guru BK SMPN 1 Karanganyar, Ari Sugiharjo, mengatakan saat ini pihaknya, tengah berupaya menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

"Harapannya, masalah ini sih selesai secara kekeluargaan. Hari ini kami akan ketemu dengan keluarga korban di Polres, harapannya hari ini juga selesai. Hari ini mediasi dengan keluarga siswa," ungkapnya.

"Pihak sekolah sudah menanyai guru yang bersangkutan. Untuk keterangan selanjutnya nanti di Polres ya," pungkas Ari.

(sip/mbr)