Duh! Panti Asuhan di Klaten Diserbu Order Fiktif Ratusan Makanan

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 15:42 WIB
Sebuah panti asuhan di Klaten jadi sasaran belasan orderan makanan fiktif, Klaten, Rabu (20/10/2021).
Sebuah panti asuhan jadi sasaran belasan orderan makanan fiktif, Klaten, Rabu (20/10/2021). Foto: dok Barisan Muda Klaten (BMK)
Klaten -

Panti Asuhan Putri Aisyiyah Klaten Jawa Tengah diserbu order fiktif makanan dari belasan pedagang. Seorang pedagang menceritakan modus pemesanan tersebut.

"Kalau kerugian total Rp 460 ribu, termasuk pulsa dan makanan. Tapi yang makanan awalnya mau diganti panti asuhan tapi saya ikhlaskan tidak perlu diganti," ungkap salah seorang korban, Nita Resita, yang merupakan penjual seblak warga Kecamatan Kalikotes.

Hal ini disampaikan Nita pada detikcom di Polres Klaten, Rabu (20/10/2021). Nita menceritakan awalnya dirinya mendapat pesanan 30 porsi seblak dari WA atas nama Deni Sumargo pada Senin (18/10) malam. Pemesan mengatakan seblak sebanyak itu untuk panti asuhan.

"Saat WA maupun telepon saya, kata-katanya (pelaku) halus dan meyakinkan. Saya katakan habisnya total Rp 360 ribu. Lalu dia kirim struk transfer sebesar Rp 460 ribu sehingga kelebihan Rp 100 ribu," kata Nita.

Nita mengaku memberi tahu pelaku jika uang transfer kelebihan dan pelaku meminta kelebihan itu dikirim pulsa ke orang atas nama Danu. Danu itu disebut pemesan sebagai pengasuh panti.

"Tapi karena sudah malam saya tidak belikan pulsa. Baru Selasa (19/10) pagi saya belikan Rp 100 ribu sekalian ke pasar," lanjut Nita.

Namun setelah membelikan pulsa, Nita tidak juga menerima pemberitahuan transfer. Saat ditanya, ke pelaku mengaku akan membayar secara tunai di panti.

"Sore saya kirim seblak ke panti tapi saya kaget di panti banyak pedagang lain, ada bakso dan bakmi yang dapat pesanan orang yang sama," terang Nita.

Nita kemudian berusaha menghubungi pemesan, tapi ternyata nomernya telah diblokir. Saat itulah dirinya sadar sudah ditipu karena tidak ada pengasuh panti atas nama Deni dan Danu itu.

"Selain saya ada mungkin 10 orang yang lain korbannya, saya berharap ini ditangkap sudah menyusahkan orang kecil," pungkas Nita.

Salah seorang pengasuh, Ayu Silawati, mengatakan pihak panti mengetahui kejadian ini dari pedagang seblak dan bakso yang meminta konfirmasi kepadanya. Karena tidak ada donatur atas nama Deni Sumargo, akhirnya diketahui pesanan itu palsu.

"Biasanya kalau ada donatur pasti konfirmasi dulu, dua penjual itu tanya ke panti dulu. Tapi yang 10 orang lainnya terlanjur kirim pesanan ke asrama," kata Ayu pada detikcom.

Dari 10 pedagang yang terlanjur mengirim makanan ke panti, ungkap Ayu, masing-masing ada 30 hingga 45 porsi. Padahal jumlah penghuni panti hanya 55 orang.

Lihat juga video 'Korban Order Fiktif Ojol, Pemilik Restoran Ini Rugi Rp 40 Juta':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya...