SKTM Ditolak Dinsos, Bayi di Brebes Ini Sempat Tertahan 4 Hari di RS

Imam Suripto - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 20:26 WIB
Rumah Muhayah di Brebes. Muhayah dan bayi yang baru dilahirkannya sempat tertahan 4 hari di RSUD Brebes gegara SKTM, Senin (18/10/2021).
Rumah Muhayah di Brebes. Muhayah dan bayi yang baru dilahirkannya sempat tertahan 4 hari di RSUD Brebes gegara SKTM, Senin (18/10/2021). (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Brebes -

Seorang bayi yang baru lahir di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sempat tertahan empat hari di rumah sakit. Penyebabnya adalah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diajukan orang tua untuk mengurus biaya persalinan ditolak Dinas Sosial.

Ibu sang bayi, Muhayah alias Linda (28), menceritakan kejadian yang dialaminya itu. Berawal saat dirinya dilarikan ke RSUD Brebes untuk persalinan pada Kamis (14/10) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Kepada petugas pendaftaran, Muhayah mengatakan akan menggunakan SKTM untuk administrasi persalinan anak keduanya itu. Beberapa jam kemudian, Muhayah menjalani persalinan secara normal dan sore hari sudah diperbolehkan pulang karena semua dalam keadaan sehat.

Masalah muncul saat Muhayah akan pulang dari RSUD Brebes. SKTM yang diurus oleh suaminya, Kasmui, ditolak oleh Dinsos Brebes karena tidak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Kamis sore sebenarnya sudah boleh pulang tapi tidak bisa karena persyaratannya (SKTM) belum lengkap. Alasannya saya tidak masuk DTKS jadi SKTM-nya ditolak jadi saya menginap lagi. Hari Jumat suami mengurus lagi tapi tidak berhasil. Saya dan bayi akhirnya tertahan selama empat hari di RSUD," ungkap Muhayah saat ditemui wartawan di rumahnya, RT 6 RW 1 Desa Krasak, Kecamatan Brebes, Senin (18/10/2021).

Karena hingga Jumat (15/10) belum kelar mengurus SKTM, pihak RSUD Brebes memberikan opsi kepada keluarga pasien. Pihak RSUD meminta adanya jaminan berupa uang sebesar Rp 5,5 juta dan akan dikembalikan sepenuhnya ke pasien jika SKTM selesai diproses.

"Hari Minggu (17/10) persyaratan SKTM belum juga kelar. Rumah sakit kasih izin pulang bila ada jaminan uang. Saya cari utangan ke mana-mana tidak dapat sampai hari Minggu," ujarnya.

Diketahui, Muhayah tidak bekerja atau hanya sebagai ibu rumah tangga. Suaminya, Kasmui, sempat merantau bekerja.

Rumah Muhayah di Brebes. Muhayah dan bayi yang baru dilahirkannya sempat tertahan 4 hari di RSUD Brebes gegara SKTM, Senin (18/10/2021).Rumah Muhayah di Brebes. Muhayah dan bayi yang baru dilahirkannya sempat tertahan 4 hari di RSUD Brebes gegara SKTM, Senin (18/10/2021). Foto: Imam Suripto/detikcom

Kabar tertahannya bayi Muhayah ini pun akhirnya menyebar. Seorang warga, Dedy Agustian (36), menawarkan diri sebagai jaminan agar Muhayah bisa pulang. Atas jaminan ini, Muhayah dan bayinya akhirnya dibolehkan pulang pada Minggu (17/10) pukul 18.30 WIB.

"Dapat kabar dari teman, ada wanita yang baru melahirkan tapi bayinya tertahan di rumah sakit. Karena merasa kasihan saya beranikan diri untuk menjadi jaminan. Intinya proses pembuatan SKTM akan saya kawal sampai selesai," kata Dedy secara terpisah.

Sementara itu, Kabid Perawatan RSUD Brebes Mudiharso membantah adanya penahanan pasien. Dia menyebut yang terjadi adalah rumah sakit memberikan kesempatan pihak keluarga untuk mengurus persyaratan SKTM.

Lihat juga video 'Dukun Beranak di Manado Jual Bayi Pasien Jika Tak Bayar Biaya Persalinan':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya di halaman selanjutnya...