Tolong! Bocah di Klaten Ini Mendadak Buta, Mau Operasi Terbentur Biaya

ADVERTISEMENT

Tolong! Bocah di Klaten Ini Mendadak Buta, Mau Operasi Terbentur Biaya

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 16:51 WIB
Rangga, bocah di Klaten yang mendadak buta, Rabu (13/10/2021).
Rangga, bocah di Klaten yang mendadak buta, Rabu (13/10/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Rangga Dimas Iskandar (6), siswa kelas 1 SDN di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, matanya mendadak buta. Dia kini menunggu jadwal operasi namun keluarga bingung karena terkendala biaya.

"Dulu pertama menunggu operasi di RS kita bawa makan sendiri dari rumah. Bekal uangnya dibantu para tetangga," ungkap ibu Rangga, Umiyatun (32), saat ditemui detikcom di tempat tinggalnya di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Rabu (13/10/2021).

Umiyatun mengatakan, tindakan medis pertama setelah Rangga tidak bisa melihat dilakukan pada Maret 2021 lalu di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta. Biaya operasi sampai selesai gratis karena menggunakan BPJS dari pemerintah.

"BPJS menanggung operasi tapi biaya makan kita sendiri selama empat hari. Selama tindakan gratis," ujarnya.

Untuk biaya angkutan, sebut Umiyatun, Pemerintah Desa Sidowayah menyediakan ambulans gratis. Saat ini Rangga menunggu operasi lanjut yang rencananya September tapi batal.

"Rencananya September tapi batal karena menunggu obat dan rekam otak. Kata RS obatnya habis tapi kita minta resep diminta menunggu dulu," papar Umiyatun.

Kini Umiyatun mengaku bingung hendak mencari uang guna persiapan Rangga operasi kedua. Sebab di operasi tahap awal habis sekitar Rp 2-5 juta untuk menunggu.

"Saat menunggu pertama itu habisnya sekitar Rp 2 juta, itu bapaknya Rangga masih ada tapi sekarang tidak ada. Kata dokter bisa disembuhkan, jadi saya yakin bisa, tapi biayanya nanti dari mana sebab saya tidak kerja," katanya.

Meskipun Rangga tidak bisa melihat tetapi kesehatan fisiknya secara umum disebut tidak bermasalah. Rangga juga masih bisa bermain.

"Main biasa, gerak biasa, semua makanan juga suka. Tapi untuk bersepeda sementara belum bisa," lanjut Umiyatun.

Diberitakan sebelumnya, Rangga Dimas Iskandar (6), bocah asal Klaten, Jawa Tengah, kehilangan penglihatannya pada Februari 2021. Sang ibu, Umiyatun (32), menuturkan mulanya putra semata wayangnya itu hanya mengalami kejang-kejang.

"Awalnya bulan Februari lalu kejang. Padahal demamnya tidak tinggi karena cuma sekitar 38 derajat," ungkap Umiyatun, Senin (11/10).

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT