Lisus Ngamuk di Klaten Sore Ini, 5 Rumah Warga Rusak

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 17:56 WIB
Dampak lisus di Desa Katekan Kecamatan Gantiwarno Klaten, Senin (18/10/2021).
Dampak lisus di Desa Katekan Kecamatan Gantiwarno Klaten, Senin (18/10/2021). (Foto: dok BPBD Klaten)
Klaten -

Angin puting beliung atau lisus menerjang desa di wilayah selatan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sore ini. Akibatnya sebanyak lima rumah warga Desa Katekan, Kecamatan Gantiwarno rusak.

"Kejadian masuk dan kita asesmen Senin pukul 17.09 WIB. Tidak ada korban jiwa," ungkap Kabid Darurat dan Logistik BPBD Pemkab Klaten, Rujedi kepada detikcom, Senin (18/10/2021).

Rujedi menjelaskan angin puting beliung menerjang Dusun Sangiran sekitar pukul 16.00 WIB tadi. Lisus terjadi sebelum turun hujan dan menyebabkan rumah warga rusak.

"Kejadian sekitar pukul 16.00 WIB. Kerusakan sementara hanya rumah, dan tim sudah kita kirim ke lokasi," lanjut Rujedi.

Hasil pendataan sementara, ujar Rujedi, ada lima kepala keluarga (KK) yang terdampak. Sedangkan total kerugian materi mencapai belasan juta rupiah.

"Dengan 13 jiwa. Kondisi rumah rusak parah 1 dan rusak ringan 4 dan kerugian materi Rp 17 juta," ujarnya.

Penanganan sementara, jelas Rujedi, beberapa rumah yang rusak ringan sudah dibenahi oleh relawan setempat. Sedangkan rumah yang rusak parah sudah dibersihkan untuk menunggu perbaikan.

"Yang rusak berat sudah dibersihkan tapi belum dibenahi karena terbatas sarpras dan bahan. TRC BPBD masih di lokasi," sambung Rujedi.

Rujedi mengimbau masyarakat untuk mulai waspada dengan cuaca saat ini. Kemungkinan hujan disertai lisus bisa terjadi menjelang musim hujan.

"Kemungkinan lisus bisa terjadi. Saya minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, memangkas pohon, menebang yang rawan ambruk dan lainnya," tutur Rujedi.

Sekcam Gantiwarno, Sri Yuwana Haris Yulianta, menambahkan tidak ada korban jiwa maupun terluka dalam kejadian ini. Warga yang terdampak sementara juga dari satu dusun.

"Sementara terdampak satu dusun saja dan masyarakat kami minta meningkatkan kewaspadaan," ungkap Haris pada detikcom hari ini.

(sip/ams)