Sulap Selokan Jadi Kolam Ikan, Warga Karanganyar Raup Cuan

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 21:18 WIB
Selokan di Colomadu, Karanganyar yang kini disulap jadi kolam ikan
Selokan di Colomadu, Karanganyar yang kini disulap jadi kolam ikan (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Perawatan lahan pun menurutnya tidak begitu sulit. Setiap sehabis panen, dia hanya cukup mengeruk lumpur yang mengendap di selokan.

"Dengan adanya ikan di selokan ini, tidak banyak lumpur yang mengendap. Dulu waktu tidak ada ikan, baru sebentar saja sudah banyak lumpur lagi," katanya.

Meski cenderung mudah, ada kalanya mereka menghadapi faktor cuaca ekstrem. Seperti cuaca panas dan hujan yang tidak menentu akan membuat kondisi air tidak stabil hingga membuat ikan mati.

Ilmu budi daya ikan ini kebanyakan mereka pelajari sendiri. Bambang mengaku baru menemukan cara yang tepat setelah tujuh tahun beternak ikan.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar pun pernah memberi penyuluhan perikanan kepada warga setempat. Kini warga mampu menjalankan usaha perikanan tersebut dengan stabil.

"Kita lebih banyak otodidak, dulu siang malam kita lihati terus, lama-lama tahu harus bagaimana. Sekarang kita juga sudah bisa menyediakan bibit sendiri, kalau dulu harus beli," ungkap dia.

Tingkatkan perekonomian warga

Tak hanya membuat selokan bersih dari sampah, budi daya ikan ini juga meningkatkan perekonomian warga. Bahkan ada warga yang kini hanya fokus berbisnis ikan setelah budi daya ikan di selokan ini sukses.

Bambang memperkirakan dalam lahan 1 meter kubik bisa diisi sampai 200 ikan. Dalam waktu sekitar 3,5 bulan, dia menghabiskan pakan sekitar Rp 400 ribu.

Sementara itu, ikan dijual dengan harga Rp 27 ribu per kilogram. Setiap panen, ikan-ikan dijual melalui salah satu anggota paguyuban.

"Kalau panen dapatnya bisa Rp 1 jutaan. Jadi laba bersihnya bisa 50 persen lebih. Itu untuk 1 meter kubik saja," kata dia.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, Siti Maesaroh mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang ada untuk melakukan usaha perikanan. Pihaknya telah melakukan penyuluhan dan pendampingan ke desa-desa yang berpotensi untuk membudidayakan ikan.

"Kita punya penyuluh ikan yang masuk ke desa-desa. Kita bina bagaimana pakan yang baik, bibit yang baik. Karena ikan ini panennya juga cepat, 3 bulan sudah menghasilkan," kata Siti Maesaroh.

Selain budi daya ikan di selokan, Karanganyar juga memiliki sejumlah kelompok pembudidaya ikan dengan sistem yang berbeda-beda. Seperti di Kecamatan Kerjo, warga memanfaatkan air pegunungan untuk membudidayakan ikan nila.

"Di Kerjo itu warga membudidayakan ikan memanfaatkan air gunung yang cukup. Di Gondangrejo, warga memanfaatkan lahan terbatas untuk budidaya lele dengan sistem bioflok. Di Klodran memanfaatkan selokan. Sistem ini tentu akan kita duplikasi ke daerah lain yang berpotensi," pungkasnya.


(bai/ams)