Desa di Banjarnegara Ini Lepas Ratusan Burung demi Konservasi

Uje Hartono - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 18:52 WIB
Pelepasan ratusan ekor burung di Desa Banjarmangu, Banjarnegara, Minggu (17/10/2021)
Pelepasan ratusan ekor burung di Desa Banjarmangu, Banjarnegara (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara -

Warga Desa Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah hari ini melepasliarkan ratusan burung ke alam. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan alam di sekitar tempat tinggal mereka.

Acara pelepasan burung juga diiringi dengan tujuh nasi tumpeng yang dimakan bersama. Ketua Kelompok Penggiat Konservasi Desa Banjarmangu Letkol (Laut) Farid Moeldiyanto mengatakan, hingga saat ini sudah lebih dari 500 burung dengan berbagai jenis yang di lepas ke alam. Mulai dari burung pleci, tledekan dan burung puyuh.

"Sampai saat ini sudah lebih 500 ekor yang kita tebarluaskan. Seperti burung jalak kebo, tledekan yang meruapakan endemi sini dan burung pleci," kata Farid usai pelepasan burung di Desa Banjarmangu, Banjarnegara, Minggu (17/10/2021).

Farid mengatakan gerakan tebar burung akan terus dilakukan di Desa Banjarmangu. Farid menyebut hasil dari konservasi tersebut sudah dirasakan warga, terutama para petani di Banjarmangu.

"Yang sudah memberikan manfaat adalah pelepasan burung tyto alba. Kami sudah melepasliarkan burung ini sebanyak 10 pasang atau 20 ekor, dan hasilnya hama tikus sudah tidak ada," ungkapnya.

Pelepasan ratusan ekor burung di Desa Banjarmangu, Banjarnegara, Minggu (17/10/2021)Pelepasan ratusan ekor burung di Desa Banjarmangu, Banjarnegara, Minggu (17/10/2021) Foto: Uje Hartono/detikcom

Selain untuk menjaga kelestarian alam, pelepasan burung ini juga diproyeksikan sebagai sarana wisata. Nantinya burung yang dilepas tidak hanya burung endemik Desa Banjarmangu, melainkan burung yang saat ini sudah mulai langka.

"Nanti ada burung paruh bengkok yang lebih cantik. Ada ayam hutan warna hijau dan burung lainnya. Harapannya nanti burung ini bisa menarik wisatawan. Karena orang akan datang untuk melihat burung beraktivitas, reproduksi, bertelur dan lainnya," tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Banjarmangu Nurul Hilal Eko Prayitno menambahkan, saat ini pihak pemerintah desa telah menerbitkan peraturan desa (Perdes) nomor 5 tahun 2021 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistim di Desa Banjarmangu. Dengan adanya aturan ini diharapkan mampu menjaga dan memelihara alam.

"Dengan adanya Perdes ini tentu akan memudahkan untuk menjaga alam di Desa Banjarmangu. Perdes ini salah satunya mengatur sanksi bagi yang nekat menangkap burung akan didenda 10 kali lipat dari harga burung yang ditangkap, dan alat yang digunakan untuk menangkap akan dimusnahkan," jelas Nurul.

(ams/ams)