Pendaki Viral Joget di Tugu Puncak Merbabu Dilarang Mendaki 1 Tahun

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 18:41 WIB
Boyolali -

Pendaki yang viral memanjat dan berjoget di atas tugu puncak Triangulasi Gunung Merbabu akhirnya ditemukan. Ketiga orang pendaki itu disanksi tidak boleh mendaki selama satu tahun oleh Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb).

Kepala BTNGMb Junita Parjanti mengatakan pihaknya telah mengundang ketiga pendaki tersebut untuk dimintai klarifikasi. Mereka mengakui telah memanjat tugu Triangulasi dan mendaki melalui jalur ilegal.

"Ketiganya dikenakan saksi dilarang mendaki di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu selama satu tahun, karena mereka juga naik lewat jalur ilegal," kata Junita Parjanti, ditemui di kantornya, Jalan Merbabu, Boyolali, Jumat (15/10/2021).

Koordinator Perlindungan BTNGMb, Yulianto, menambahkan ketiga pendaki tersebut berinisial RZ, WR dan WD. Mereka berasal dari Klaten, Sukoharjo dan Yogyakarta.

"(Mereka) Bersedia membuat video permintaan maaf yang diunggah di medsos. Kemudian tidak diperkenankan melakukan pendakian di kawasan TNGMb selama satu tahun sejak ditandatangani surat pernyataan itu. Apabila mengulangi lagi akan dilakukan sanksi sesuai hukum dan peraturan yang berlaku," kata Yulianto.

Ketiganya sudah dipanggil ke kantor BTNGMb di Boyolali beberapa hari lalu untuk dimintai klarifikasi. Dari hasil klarifikasi, ketiga pendaki mengakui telah memanjat tugu puncak Triangulasi dan mendaki melalui jalur ilegal yakni Dukuh Bentrokan, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

"Mereka mendaki bersama-sama," jelas Yulianto.

Ketiga oknum pendaki itu pun membuat surat pernyataan. Isinya, mengakui telah melakukan pendakian melalui jalur ilegal. Mereka menyatakan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi.

RZ, WR dan WD juga bersedia turut serta melakukan pemulihan ekosistem di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Baik penanaman maupun pemeliharaan.

Yulianto mengatakan, ketiga pendaki tersebut juga bersedia melakukan sosialisasi melalui media sosial, jika Bentrokan merupakan jalur ilegal. Mereka juga diminta turut memberikan informasi jalur resmi mendaki Gunung Merbabu.

Yuli mengingatkan Gunung Merbabu termasuk kawasan konservasi dan ada zona-zonanya, sedangkan jalur resmi memang dikhususkan untuk jalur pendakian. Jalur resmi ini juga dilakukan pemeliharaan agar pendaki nyaman, aman dan ketika ada hal yang tidak diinginkan akan lebih mudah saat melapor serta evakuasi.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...