Mbah Minto Penjaga Kolam di Demak Bela Diri Lawan Pencuri Segera Disidang

ADVERTISEMENT

Mbah Minto Penjaga Kolam di Demak Bela Diri Lawan Pencuri Segera Disidang

Mochamad Saifudin - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 20:03 WIB
Kasi Intel Kejari Demak, Yulianto Aribowo
Kasi Intel Kejari Demak, Yulianto Aribowo (Foto: Mochamad Saifudin/detikcom)
Demak -

Kasmito alias Mbah Minto (74) kini terancam bui usai membela diri karena membacok seorang pria yang diduga pencuri di kolam ikan yang dijaganya. Kini berkas kasus Mbah Minto sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Demak.

"Terkait perkara penganiayaan atas nama Kasmito sudah kita lakukan tahap dua, yang mana pada Kamis 7 Oktober 2021, di mana kita nyatakan berkas itu lengkap. Pada hari itu langsung kita lakukan tahap dua, kemudian nggak berapa lama sudah kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Demak," kata Kasi Intel Kejari Demak Yulianto Aribowo di ruang kerjanya, Rabu (13/10/2021).

Yulianto menyebut kasus penganiayaan yang dilakukan Mbah Minto kini tinggal menunggu jadwal sidang. "Proses selanjutnya sudah masuk tahap limpahan, tinggal nunggu proses persidangan. Kita tinggal nunggu penetapan hakim kapan perkara tersebut bisa disidangkan," jelas Yulianto.

Dia menerangkan berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) Mbah Minto dijerat dengan pasal penganiayaan berat. Sebab, Mbah Minto melakukan pembacokan terhadap korban.

"Ini kan diancam dengan Pasal 351 Ayat 2 penganiayaan berat, yang mana kronologisnya pada saat itu korban datang mengendarai motor, niat korban ini untuk melakukan pencurian ikan. Terhadap korban pada saat itu sedang menyiapkan alat setrum, kemudian terdakwa sudah melihat, sudah mengetahui bahwa korban datang dengan sepeda motor kemudian secara langsung terdakwa melakukan pembacokan terhadap korban. Yang mana korban pada saat itu belum melakukan pencurian," ujarnya.

Dalam BAP itu disebutkan korban sempat meminta ampun kepada Mbah Minto. Namun, Mbah Minto terus melakukan aksinya hingga korban berhasil melarikan diri.

"Selanjutnya setelah dilakukan pembacokan pertama, korban mohon ampun minta maaf tetapi terdakwa tetap melakukan pembacokan yang kedua mengenai arah leher sebelah kiri. Akibat dari itu kemudian korban merasa kesakitan lari naik sepeda motor, di tengah jalan korban terjatuh," urai Yulianto.

"Kemudian ditolong warga, dibawa ke rumah sakit terdekat. Kemudian dilakukanlah laporan oleh korban terkait penganiayaan terhadap korban. Menurut berita acara pemeriksaan (BAP) yang kita terima kronologisnya seperti itu," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, kuasa hukum Mbah Minto, Haryanto, menyebut kliennya telah ditahan karena melakukan penganiayaan. Mbah Minto diamankan polisi pada 7 September 2021 malam usai peristiwa tersebut.

"Dari 8 September 2021 sampai sekarang ditahan," ujar Haryanto yang juga Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Demak Raya tersebut.

Selengkapnya di halaman berikut...

Simak video 'Buntut Pedagang Dipukul Preman Jadi Tersangka, Kapolsek Terancam Dicopot!':

[Gambas:Video 20detik]



Haryanto menjelaskan, Mbah Minto merupakan penjaga kolam ikan dan pekarangan milik warga setempat. Mbah Minto terpaksa melawan dengan membacok pria berinisial M (38) karena sebelumnya sudah seringkali kehilangan peralatan dan ikan.

"Mbah Minto itu kan sebagai penjaga kolam ikan dan pekarangan karena pada malam-malam sebelumnya sudah sering terjadi pencurian di lokasi wilayah Mbah Minto.

Sementara itu, polisi mengaku menangkap Mbah Minto usai ada laporan temuan warga yang menderita luka bacok di lengan kanan dan leher kiri pada 7 September 2021 lalu.

Belakangan pada 11 Oktober 2021 lalu masuk laporan warga terkait dugaan pencurian dengan terlapor korban penganiayaan yang dilakukan Mbah Minto. Pelapor merupakan pemilik kolam ikan yang dijaga Mbah Minto.

"Selanjutnya bahwa pelapor terkait pencurian ini, terkait kasus yang lain, yaitu pencurian yang dilaporkan ternyata tersangkanya adalah daripada korban yang dibacok tersebut. Jadi dilaporkan pada tanggal 11 Oktober 2021 dan sekarang sudah kita tangani oleh Satreskrim, sudah kita periksa empat saksi dan barang bukti yang sudah kita amankan," jelas Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono saat rilis kasus.

(ams/rih)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT