Ada Seratusan Ribu Perkawinan Tidak Tercatat di Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 11:05 WIB
Ilustrasi Pernikahan
Ilustrasi pernikahan (Foto: Shutterstock)
Gunungkidul -

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menyebut pasangan suami-istri (pasutri) yang nikah siri bisa dimasukkan dalam satu kartu keluarga (KK). Terkait data itu, Disdukcapil Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut ada 136.284 penduduk berstatus kawin tidak tercatat, tapi belum bisa dipastikan statusnya nikah siri.

"Penduduk status kawin ada 432.720, untuk kawin tercatat ada 296.436 atau 68,51 persen. Sedangkan untuk kawin tidak tercatat ada 136.284 orang atau 31,49 persen," kata Kabid Pengelolaan Informasi dan Kependudukan Disdukcapil Gunungkidul Rohmi, Rahayu, saat dihubungi detikcom, Jumat (8/10/2021).

Rohmi menyebut angka itu merupakan data konsolidasi dengan Kemendagri Semester I 2021. Oleh sebab itu, Rohmi berharap masyarakat aktif dalam mencatatkan status perkawinan atau pernikahannya ke Disdukcapil.

"Semoga masyarakat juga menyadari pentingnya pencatatan perkawinannya meskipun harus melalui sidang pengadilan," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Gunungkidul Arisandy Purba menyebut tidak bisa memastikan bahwa ratusan ribu orang itu melakukan nikah siri. Mengingat pihaknya hanya bertugas melakukan pendataan dan pencatatan.

"Kami tidak ngecek status pernikahannya siri atau tidak, yang jelas kalau dia tidak bisa menunjukkan bukti surat nikahnya maka status perkawinannya kami catat kawin belum tercatat. Tapi tidak serta merta bahwa itu adalah nikah siri," ucapnya.

Menurutnya, status kawin tidak tercatat bisa berubah selama yang bersangkutan bisa menunjukkan buku nikah. Pasalnya hal tersebut sebagai bukti untuk mengganti status perkawinan di kartu keluarga (KK).

"Ketika mereka menunjukkan buku nikahnya, maka kami ganti dari kawin tidak tercatat menjadi kawin tercatat," katanya.

Diberitakan sebelumnya, pasangan suami-istri yang nikah siri ternyata bisa dimasukkan dalam satu kartu keluarga atau KK. Informasi itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh.

"Semua penduduk Indonesia wajib terdata di dalam kartu keluarga. Bagi yang nikah siri, bisa dimasukkan dalam satu KK," kata Zudan saat dihubungi detikcom, Kamis (7/10).

Zudan menjelaskan, pada prinsipnya, semua penduduk Indonesia wajib terdata dalam KK. Namun, untuk pasangan nikah siri, dan menegaskan, Dukcapil tidak dalam posisi menikahkan, melainkan hanya mencatat telah terjadinya pernikahan.

"Kami dari Dukcapil tidak menikahkan, tetapi hanya mencatat telah terjadinya perkawinan," lanjutnya.

Zudan mengatakan, nantinya, dalam KK itu akan ada informasi mengenai bahwa pernikahan tersebut belum tercatat oleh negara.

"Nanti di dalam kartu keluarga akan dicatat nikah belum tercatat atau kawin belum tercatat," kata Zudan.

Simak juga 'Menteri PPPA Akan Keluarkan Peraturan Larangan Kawin Kontrak':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)