Gandeng Kementerian PUPR, Gibran Mau Mulai Lagi Revitalisasi Keraton Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 18:07 WIB
Panggung Songgobuwono, Keraton Solo, Kamis (7/10/2021).
Panggung Songgobuwono, Keraton Solo, Kamis (7/10/2021). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memulai kembali revitalisasi bangunan Keraton Kasunanan Surakarta. Sudah tiga tahun ini tidak ada perbaikan bangunan di lingkungan keraton.

Hari ini, Gibran bersama Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti menengok ke dalam keraton untuk melihat kondisi bangunan. Memang sejumlah bangunan sudah tampak rusak.

Salah satunya ialah Panggung Songgobuwono, menara keraton yang menjadi ikon dari kerajaan Mataram Islam itu. Tampak jendela dari kayu sudah rusak. Terlihat juga tanaman liar tumbuh di bangunan kuno itu.

Diana mengatakan saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan sejumlah pihak. Karena keraton termasuk bangunan cagar budaya, maka pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

"Ini masih rencana, kita masih koordinasi dengan Pak Wali (Gibran), keraton dan kementerian kebudayaan. Masih kita kaji, nanti kita gambar dulu, DED juga," kata Diana di Balai Kota Solo, Kamis (7/10/2021).

Gibran mengaku ingin segera memulai perbaikan tersebut. Namun dia meminta bersabar karena ada regulasi yang harus diikuti.

"Ya kita sih penginnya sesegera mungkin. Tapi sekali lagi itu bukan bangunan biasa lo. Itu cagar budaya, jadi nggak bisa cepat," ujar dia.

Sementara itu, Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Dipokusumo, mengatakan revitalisasi terakhir ialah tahun 2017 dan selesai di tahun 2018. Bangunan terakhir yang direvitalisasi ialah bagian museum.

"Terakhir itu museum, selesai tahun 2018. Yang lain belum, masih memerlukan kajian, kemudian naskah akademis. Apalagi ini cagar budaya, menurut UU Cagar Budaya kan harus ada kajian," kata Dipokusumo.

Terkait kondisi Songgobuwono, Dipokusumo menyebut bangunan itu menjadi salah satu prioritas. Namun dia menilai revitalisasi harus dilakukan secara total, meskipun harus dilaksanakan bertahap.

"Itu (Songgobuwono) salah satu skala prioritas. Karena itu salah satu identitas kota, memiliki nilai pengertian sejarah secara filosofis dan sebagainya. Makna dan nilainya Panggung Songgobuwono itu adalah berkaitan dengan makna kehidupan," katanya.

"Beliau semua (Kementerian PUPR dan Pemkot Solo) memahami bahwa kondisi ini memang semuanya harus secara total. Tapi mestinya ada tahapan-tahapan tertentu, ada skala prioritas, tinggal nanti mana yang bisa langsung ditangani," pungkasnya.

Simak juga video 'Mang Ade, Sosok yang Temukan Gibran di Gunung Guntur Dapat Hadiah':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/rih)