Disentil Sultan HB X soal Lambatnya Vaksinasi, Ini Kata Dinkes Bantul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 14:36 WIB
The hands in blue glove of the scientist hold the processor
Ilustrasi vaksinasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Alernon77)
Bantul -

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menyoroti capaian vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul yang masih 60 persen. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul pun memaparkan capaian vaksinasi yang disebut sudah mencapai 71 persen untuk dosis 1.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Bantul Abednego Dani Nugroho mengatakan, sasaran vaksinasi COVID-19 di Bantul total mencapai 824.379 orang. Dari sasaran tersebut, lebih dari 60 persen sudah tercapai.

"Capaian vaksinasi COVID-19 hingga tanggal 6 Oktober di Bantul, untuk dosis 1 dari sasaran 824.379 orang telah tervaksin 591.714 orang atau 71,78 persen," kata Abed saat dihubungi detikcom, Kamis (7/10/2021).

"Sedangkan untuk dosis kedua dari 824.379 orang sudah 328.586 orang atau 39,86 persen. Selanjutnya untuk dosis ketiga dari 8.297 tervaksin 5.344 orang atau 64,41 persen," lanjutnya.

Menyoal vaksinasi yang hanya dilakukan saat jam kerja, Abed mengaku pihaknya bersama pihak terkait sebenarnya telah melakukan vaksinasi saat akhir pekan.

"Sabtu Minggu kami melayani vaksinasi secara massal. Ada yang dengan pihak ketiga tapi banyak juga yang Dinkes sendiri," ucapnya.

Pihaknya terus menggenjot vaksinasi COVID-19 di Bantul. Bahkan salah satunya dengan menggelar angkringan vaksin yang berlangsung sore hingga malam hari.

"Selain itu angkringan vaksin kemarin malah sore sampai malam buka, tapi saat ini memang berhenti dulu karena ada sedikit kendala," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menyoroti capaian vaksinasi COVID-19 di dua kabupaten yaitu Bantul dan Gunungkidul yang masih 60 persen. Capaian tersebut membuat DIY belum juga turun level dari PPKM Level 3.

"Sebetulnya itu tergantung cara mengkonsolidasikan potensi saja. Kan ada TNI, Polri, dan Puskesmas bisa dikonsolidasikan. Jadi setiap hari mestinya bisa," kata Sultan, saat ditemui di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (7/10).

Sultan mengatakan wewenang konsolidasi vaksinasi di tiap daerah sebenarnya merupakan wewenang bupati atau kepala daerah setempat. Sementara itu, Pemda DIY hanya memfasilitasi saja untuk mempercepat capaian vaksinasi Corona.

"Tapi kalau jam 12.00 WIB bubar, ya nggak akan selesai. Kalau mau mengejar (capaian vaksin) ya jam 4-5 sore," saran Raja Keraton Yogyakarta ini.

"Ojo (jangan) model sarapan pagi, sarapan sore. Kalau (vaksinasi mengacu) jam kerja ya repot," lanjut Sultan.

Simak video 'Pemda Yogyakarta Kejar Status PPKM Level 2':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)