Batang Naik ke PPKM Level 3, Bupati Kejar Target Vaksinasi

Robby Bernardi - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 15:15 WIB
Bupati Batang, Wihaji, Rabu (24/2/2021).
Bupati Batang, Wihaji, Rabu (24/2/2021). Foto: Robby Bernardi/detikcom
Batang -

Kabupaten Batang naik menjadi PPKM level 3 dari sebelumnya level 2. Bupati Batang Wihaji mengungkap penyebab kenaikan level ini karena pencapaian vaksinasi COVID-19 yang dinilai masih rendah.

"Tadi saya cek saya tanya, kita dianggap rendah karena vaksinnya, masih 28 persen. Tadi saya telepon ke dinas kesehatan bulan Oktober harus 50 persen. Intinya kalau vaksinya ada, beliau (kepala dinas) sanggup pencapaian 50 persen," kata Wihaji saat dihubungi detikcom via telepon, Selasa (5/10/2021).

Wihaji menyebut rendahnya capaian vaksinasi COVID ini karena kendala stok vaksin yang sempat kosong. Stok vaksin Corona kosong ini dialami Kabupaten Batang sekitar dua minggu yang lalu.

"Ya sebelumnya ketersediaan memang habis ya sekitar dua minggu yang lalu. Tapi saat ini sudah ada, ini ada 15 ribu (dosis vaksin), seminggu ini habis nanti kita tambah lagi," terang dia.

Wihaji menyebut Gubernur Jateng juga sudah menginstruksikan dirinya segera melapor jika stok vaksin kosong. Dia juga mengungkap bantuan vaksin dari sejumlah lembaga.

"Perintah Pak Gubernur bila vaksin habis langsung laporan sehingga langsung tertangani. Kemarin, kita didukung dari BKKBN kemarin dapat 10 ribu kemudian, disiapkan 154 ribu vaksin. Kemudian belum lama juga dari OJK sebanyak 3 ribu," tambah Wihaji.

Untuk melakukan percepatan penyerapan vaksinasi, Wihaji akan melakukan penambahan tim vaksinator ke setiap Puskesmas di wilayah Kabupaten Batang.

"Saya penginnya sehari target 7-15 ribu. Kita kan ada 21 puskesmas. Rata-rata sebelumnya setiap puskesmas bisa melayani 500 ya per hari. Nanti di setiap puskesmas kita buat dua tim sehingga target akan cepat terpenuhi," jelas dia.

"Makanya kita ada percepatan timnya ditambah. Biasanya kalau masing-masing puskesmas kan satu tim, ini saya perintahkan untuk dua tim di masing-masing puskesmas," katanya.

(ams/mbr)