PPKM di Grobogan Naik Level, Pemkab Sebut Kendala Dropping Vaksin

Manik Priyo Prabowo - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 11:13 WIB
Data pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Grobogan hingga Selasa (5/10/2021)
Data pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Grobogan hingga Selasa (5/10/2021). (Foto: Dok Pemkab Grobogan)
Grobogan -

PPKM di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, naik ke Level 3 dari sebelumnya berada di Level 2. Pemkab Grobogan mengakui kendala dropping vaksin dari Kemenkes yang tersendat sehingga daerahnya kembali naik ke level lebih tinggi.

"Banyak indikator kenapa PPKM di Kabupaten Grobogan naik kembali menjadi level 3. Indikatornya adalah salah satunya terkait vaksinasi," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, dr Selamet, kepada detikcom, Selasa (5/10/2021).

Diakui juga bahwa capaian vaksinasi dan kesadaran penggunaan masker masyarakat di daerah tersebut masih rendah. Secara total vaksinasi di Kabupaten Grobogan baru mencapai 31,19 persen dari total 1.140.272 jiwa.

Capaian vaksinasi di Grobogan saat ini untuk lansia sudah melebihi target yakni 44 persen tersuntik dosis 1. Sedangkan lansia yang sudah tersuntik vaksin dosis dua yakni sebanyak 38 persen. Secara total lansia di Kabupaten Grobogan sendiri tercatat ada 147.071 jiwa.

Sementara secara total untuk pelayanan kesehatan sendiri vaksinasi dosis satu dan dua sudah mencapai 132 persen dari total target yakni 6.580 jiwa. Untuk pendidik atau guru sendiri dipaparkan bahwa sudah 100 persen sudah tersuntik vaksin 1.

"Kalau pendidik sudah 100 persen dan pelayanan kesehatan sudah 100 persen lebih. Untuk masyarakat dewasa hingga umur produktif baru 22 persen dari 700 jiwa lebih dan remaja 27 persen dari total target 36.608 jiwa atau pelajar," lanjutnya.

Sementara saat ditanya akan kendala vaksinasi, lanjut Selamet, semua itu tergantung suplai vaksin dari kemenkes. Sebenarnya, jika vaksin tersedia akan segera didistribusikan ke masyarakat karena memang kesadaran masyarakat terhadap vaksinasi juga sudah tinggi.

"Kendala tidak ada. Proses vaksinasi semua itu tergantung dari dropping vaksin dari Kemenkes. Untuk SDM kesehatan sudah siap dan tidak ada kendala. Terlebih kesadaran masyarakat untuk vaksin sudah tinggi," tandasnya.

(mbr/sip)