Waduh! Ortu Corona Nekat Antar Anak Sekolah, PTM SD di Bantul Ini Disetop

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 13:50 WIB
SD Bantul Timur, Selasa (5/10/2021).
SD Bantul Timur, Selasa (5/10/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Seorang murid di Sekolah Dasar (SD) Bantul Timur, Kapanewon Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkonfirmasi positif Corona atau COVID-19 akibat tertular orang tuanya. Hal itu membuat uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di SD tersebut dihentikan sementara.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul Edy Sutrisno mengungkapkan bahwa kejadian berawal saat orang tua salah seorang murid kelas 1 mengantar anaknya mengikuti uji coba PTM. Ternyata orang tua anak tersebut terkonfirmasi positif COVID-19.

"Orang tuanya (salah satu murid di SD Bantul Timur) tidak jujur. Karena orang tuanya positif (COVID-19) tapi nekat mengantar anaknya ke sekolah," katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (5/10/2021).

Terkait hal tersebut, Edy mengungkapkan jika Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul telah melakukan tracing terhadap 15 orang. Oleh sebab itu pelaksanaan PTM di SD Bantul Timur masih menunggu hasil tes PCR.

"Agar peristiwa serupa tidak terjadi di SD lain, kami akan mengeluarkan surat edaran untuk tidak memberikan izin mengikuti PTM bagi siswa yang terkonfirmasi positif COVID-19. Selain itu akan dilakukan tes secara berkala kepada siswa untuk memastikan tidak ada yang terkonfirmasi positif," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko berharap peristiwa ini tidak menimbulkan ketakutan bagi guru dan siswa untuk menggelar PTM. Menurutnya, semua itu bisa dicegah dengan menerapkan prokes secara ketat.

"Selama protokol kesehatan dilakukan dengan ketat, kemungkinan adanya klaster sekolah dapat dicegah," katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Bantul Timur Wening Nurdiyah menjelaskan bahwa pihaknya menerima pemberitahuan terkait salah seorang murid kelas I terkonfirmasi positif pada tanggal 28 September. Murid tersebut ternyata tertular dari keluarganya.

"Jadi tanggal 25 (September) positif dan baru diketahui sekolah tanggal 28. Terus tanggal 29 dilakukan tracing terhadap 15 orang dan hasilnya keluar semua hari Sabtu (2/10/2021), untuk hasilnya negatif semua," ucapnya saat ditemui wartawan di SD Bantul Timur hari ini.

Wening melanjutkan, bahwa kondisi murid tersebut tidak bergejala dan hampir selesai melaksanakan isolasi mandiri. Oleh sebab itu, pihaknya baru bisa melaksanakan PTM pekan depan.

"Untuk proses belajar mengajar sementara berhenti dan insyaallah besok Senin (6/10/2021) mulai lagi," ujarnya.

(sip/mbr)