Muncul Retakan Tanah 150 Meter Pascagempa di Brebes, Ancam Permukiman

Imam Suripto - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 12:27 WIB
Petugas periksa retakan tanah di perbukitan Brebes yang muncul pasca gempa, Kamis (30/9/2021).
Petugas periksa retakan tanah di perbukitan Brebes yang muncul pasca gempa, Kamis (30/9/2021). Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes -

Muncul retakan tanah sepanjang 150 meter di Brebes, Jawa Tengah, pascagempa bumi magnitudo (M) 3, kemarin pagi. Warga khawatir jika tak segera ditangani retakan itu akan memicu longsor dan mengancam permukiman warga.

Retakan bukit tersebut di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Brebes, sepanjang 150 meter dan lebar sekitar 5 cm.

Camat Sirampog, Lukman Hakim, mengatakan retakan tersebut sangat berbahaya jika turun hujan dengan intensitas tinggi. Karena sewaktu-waktu bisa longsor menimpa permukiman warga di bawahnya. Mencegah terjadinya hal tersebut, kini tengah diupayakan menutup retakan dengan urukan tanah.

"Selain rumah, tanah di atas itu retak-retak sepanjang 150 meter. BPBD kabupaten maupun provinsi sedang melakukan asesmen. Jadi retakan itu akan ditutup pakai tanah karena ini sudah mulai musim hujan. Kalau tidak ditutup khawatir terjadi longsor," kata Lukman Hakim, Kamis (30/9/2021).

Petugas BPBD Brebes Budi Sujatmiko mengatakan pihaknya saat ini tengah fokus menangani retakan tanah di perbukitan Desa Dawuhan. Menurutnya, retakan ini cukup berbahaya jika tidak segera ditangani.

"BPBD memfokuskan untuk menangani retakan di bukit dulu. Karena ini cukup berbahaya, bisa menimbulkan longsor," terangnya.

Bagi warga yang berada di bawah kawasan perbukitan itu diminta waspada saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Pihak BPBD Brebes dan Provinsi Jateng tengah mengusulkan pemasangan alat early warning system (EWS) kepada Kementerian ESDM. Alat tersebut berfungsi untuk mengingatkan warga jika terjadi pergerakan tanah.

"Warga diharap tetap waspada terutama bila terjadi hujan deras. Kami sedang usulkan pemasangan EWS untuk mendeteksi dini bila terjadi longsor," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, gempa magnitudo (M) 3 terjadi di Brebes, Jawa Tengah, Selasa (28/9) pagi. Akibatnya 23 rumah warga rusak.

"Hasil pendataan tim BPBD di lapangan, 23 rumah rusak dan dua di antaranya rusak berat. Rumah yang rusak berat itu memang kondisi bangunannya sudah cukup tua jadi dindingnya roboh," ujar Kepala BPBD Brebes, Nuhsy Mansur, saat dihubungi wartawan, Selasa (28/9).

Nuhsy mengatakan sebagian besar warga yang rumahnya rusak akibat gempa diungsikan ke rumah kerabat mereka masing-masing. Sebab, jelasnya, kawasan itu juga diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.

"Kita mewaspadai dampak dari retakan di perbukitan Igir Gowok sepanjang 150 meter. Karena bila terus menerus terkena hujan akan terjadi longsor," pungkas Nuhsy.

Berdasarkan keterangan BMKG melalui akun Twitter-nya @infoBMKG, gempa magnitudo 3,0 itu terjadi di darat, 9 km timur laut Bumiayu di kedalaman 11 km pada pukul 08.40 WIB.

Simak video 'BMKG Minta Masyarakat Waspadai Tsunami yang Tidak Dipicu Gempa':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/ams)