Komnas HAM Turun Tangan soal Polemik Tambang di Desa Wadas Purworejo

Rinto Heksantoro - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 18:06 WIB
Komisioner Komnas HAM RI Beka Ulung di Purworejo, Senin (28/9/2021).
Komisioner Komnas HAM RI Beka Ulung di Purworejo, Senin (28/9/2021). Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo -

Polemik rencana penambangan batu andesit atau quarry di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang akan digunakan untuk pembangunan Bendungan Bener masih belum menemukan titik terang. Komnas HAM pun turun tangan berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Hari ini Komnas HAM menindaklanjuti aduan warga Wadas yang tergabung dalam Gempa Dewa dan Wadon Wadas. Intinya mereka menolak Wadas sebagai lokasi penambangan batu andesit untuk pembangunan Bendungan Bener dan juga menyampaikan adanya intimidasi-intimidasi dari pihak aparat," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara saat ditemui di Kantor Bupati Purworejo, Selasa (28/9/2021).

Dia menyebut, Komnas HAM RI menerima pengaduan pada 16 September dari masyarakat Desa Wadas terkait dugaan perusakan lingkungan serta tindakan intimidasi kepada warga. Tindakan tersebut diduga sebagai respons atas sikap warga yang menolak adanya rencana penambangan batuan andesit di wilayahnya guna kepentingan pembangunan Bendungan Bener. Warga yang menolak beranggapan quarry berpotensi merusak kelestarian lingkungan serta mengancam kelangsungan hidup warga.

Menindaklanjuti pengaduan tersebut, sesuai wewenang Komnas HAM RI dalam melaksanakan fungsi pemantauan dalam Pasal 89 Ayat 3 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dilakukan pemantauan langsung ke lapangan dan meminta keterangan dari berbagai pihak.

Pemantauan lapangan dilakukan guna menggali keterangan dan informasi mendalam terkait permasalahan yang dialami oleh warga Desa Wadas yang menolak penambangan tersebut, termasuk kronologi peristiwa intimidasi yang dialami.

"Warga menyampaikan soal aparat yang datang ke Wadas bersenjata lengkap, tapi kami juga dapat keterangan dari kapolres bahwa itu adalah pembagian masker dan juga bagaimana situasi Wadas supaya tetap aman," ujarnya.

Untuk memperkuat analisa kasus, Komnas HAM juga meminta kelengkapan data yang berkaitan dengan kasus tersebut, termasuk meninjau situasi dan kondisi di lokasi yang rencana akan menjadi lokasi penambang batu andesit tersebut.

"Karena itu kami hari ini berkunjung ke lokasi Desa Wadas untuk melihat secara langsung situasinya seperti apa, apa tuntutan warga termasuk juga apa dampak-dampak yang dialami oleh warga yang tergabung tadi," terangnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...