Pro Kontra Warga Desa Wadas soal Kedatangan Polisi Bersenjata Lengkap

Rinto Heksantoro - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 19:14 WIB
Warga Desa Wadas, Purworejo, yang tergabung dalam komunitas Wadas Cerdas menggelar istigasah, Jumat (24/9/2021).
Warga Desa Wadas, Purworejo, yang tergabung dalam komunitas 'Wadas Cerdas' menggelar istigasah, Jumat (24/9/2021). Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo -

Sebagian warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jateng, mengaku resah dengan adanya polisi bersenjata lengkap mendatangi daerah mereka. Namun sebagian lain justru merasa nyaman dan merasa terlindungi dengan kehadiran aparat tersebut.

Pendapat pro dan kontra dari warga Desa Wadas terkait dengan rencana penambangan batu andesit atau quarry untuk pembangunan Bendungan Bener hingga kini terus bergulir. Dalam beberapa hari terakhir, sebagian warga mengaku resah dengan adanya patroli yang dilakukan oleh polisi bersenjata.

Untuk tetap menjaga ketenangan dan suasana kondusif, warga pro quarry yang tergabung dalam komunitas 'Wadas Cerdas' bahkan menggelar istigasah di desa lain. Acara diadakan di Pasar Djoho Desa Cacaban Kidul, Kecamatan Bener, Jumat (24/9) sore.

"Kenapa istigasah di sini, jadi kita mencari ketenangan saja karena di Desa Wadas sudah tidak dapat kenyamanan lagi makanya di sini biar acara istigasah ini berjalan lancar, tenang dan damai," kata Korlap Wadas Cerdas, Jamil Rozy, saat ditemui detikcom usai acara, Jumat (24/9/2021).

Warga Desa Wadas, Purworejo, yang tergabung dalam komunitas 'Wadas Cerdas' menggelar istigasah, Jumat (24/9/2021).Warga Desa Wadas, Purworejo, yang tergabung dalam komunitas 'Wadas Cerdas' menggelar istigasah, Jumat (24/9/2021). Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Jamil menambahkan, istigasah sendiri bertujuan untuk menghilangkan segala kesulitan dan masalah yang dihadapi warga Desa Wadas. Selain itu, mereka juga berharap agar pembangunan Bendungan Bener berjalan dengan lancar, aman dan warga yang terdampak quarry bisa memperoleh ganti rugi yang layak sehingga perekonomian meningkat.

"Jadi masyarakat Wadas ini sudah lama sekali merasakan keresahan tentang adanya orang penolak dan pro. Di sini kami sebagai warga pro ikut prihatin tentang warga lain yang merasakan keresahan berkepanjangan. Maka dari itu, kita agendakan untuk istigasah supaya kita sebagai warga yang mengalami kesulitan atau masalah bisa adem," imbuhnya.

"Harapannya kami selaku warga pro yang selalu terintimidasi dapat ketenangan lahir dan batin, dan harapan kedua untuk pembangunan Bendungan Bener khususnya di daerah Wadas yang menjadi lokasi quarry ke depannya bisa meningkatkan perekonomian warga Wadas," kata Jamil menambahkan.

Terkait dengan adanya keresahan yang dirasakan sebagian warga dengan adanya patroli polisi di desa itu, Jamil yang mewakili masyarakat pro quarry justru memiliki pendapat berbeda. Dengan adanya patroli tersebut, imbuh Jamil, justru warga merasa aman dan terayomi.

"Kalau menurut kami dari warga yang pro, dengan adanya patroli itu justru sangat membantu, mental kita rasa kita ada yang melindungi, lebih tenang lagi kalau ada patroli. Kami sangat bangga dengan patroli pak polisi, bukan meresahkan. Bagi kami justru memberikan pengayoman," lanjutnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...