Syukuran Boleh Jualan Lagi, PKL Alun-alun Wates Gelar Tumpengan

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 17:53 WIB
Kegiatan tumpengan dan kondisi Alun-alun Wates, Kulon Progo, DIY, setelah dibuka kembali pada Selasa (28/9/2021)
Tumpengan dan suasana Alun-alun Wates, Kulon Progo, DIY, setelah dibuka kembali pada Selasa (28/9/2021). (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Kulon Progo -

Pedagang kaki lima (PKL) di Alun-alun Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar acara tumpengan sebagai wujud syukur atas diizinkannya mereka kembali mangkal di kawasan tersebut sore ini. Para PKL ini sebelumnya dilarang Pemkab Kulon Progo berjualan di alun-alun sejak PPKM atau sekitar tiga bulan lalu.

"Tumpengan ini adalah rasa syukur kita kepada Yang Maha Kuasa karena telah dibukanya kembali Alun-alun Wates yang selama ini vakum sejak tiga bulan lalu. Mudah-mudahan dengan rasa syukur dan doa bersama ini ke depan semakin membaik, dan evaluasi (pembukaan alun-alun Wates) oleh pihak dinas bisa terlaksana dengan baik," kata Triyanto perwakilan Paguyuban PKL Alun-alun Wates, usai acara tumpengan di Kulon Progo, Selasa (28/9/2021).

Dalam kegiatan ini paguyuban PKL menyiapkan sembilan tumpeng komplit dengan lauk dan sayurnya. Adapun tumpeng itu merupakan hasil swadaya masing-masing paguyuban. Di Alun-alun Wates sendiri terdapat tujuh paguyuban yang melingkupi lebih dari 200 PKL.

Ratusan PKL itu sudah lama mencari nafkah di Alun-alun Wates. Namun aktivitas mereka di Aun-alun terhenti sejak tempat ini ditutup untuk umum oleh Pemkab Kulon Progo. Penutupan ini berlangsung sejak PPKM darurat diberlakukan pada 3 Juli 2021 lalu.

Triyanto mengatakan selama tiga bulan tutup, PKL tidak bisa berjualan di pusat kegiatan masyarakat Kulon Progo itu. Meski demikian, mereka tetap diizinkan berjualan di lokasi lain. Kebanyakan memilih di pinggir jalan yang tak jauh dari Alun-alun Wates.

"Tetapi penghasilannya jauh lebih kecil dibandingkan saat di Alun-alun Wates. Tempat ini tetap jadi sumber pokok kami mengais rezeki," ucapnya.

Salah satu PKL, Budi Raharjo, mengaku sangat bersyukur dengan telah dibukanya Alun-alun Wates. Dengan pembukaan ini, PKL dapat kembali beraktivitas dan mencari nafkah.

"Saya merasa bersyukur kehadirat Allah SWT, karena pada sore hari ini Alun-alun Wates telah dibuka untuk beraktivitas lagi tapi khusus hanya PKL kuliner," ucapnya.

Budi mengatakan selama Alun-alun ditutup, ia dan rekan-rekannya sesama PKL memutuskan pindah tempat jualan. Sayangnya penghasilan yang diperoleh di tempat lain itu jauh di bawah ketika berjualan di Alun-alun Wates.

"Kalau saya sih mencari tempat lain, tapi tidak terlalu jauh. Cuman yang kami jual itu turun drastis, bahkan teman-teman saya saat ini yang belum bisa jualan karena turun drastis itu," ujarnya.

Lihat juga video 'Getok Harga Kopi-Mie Instan, Pedagang Puncak Bogor Sebut Masalahnya Ada di Tamu':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya...