Sidang Perdana, Pembunuh Berantai di Kulon Progo Didakwa Pasal Berlapis

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 12:31 WIB
Kulon Progo -

Kasus pembunuhan berantai yang menewaskan dua wanita muda di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memasuki babak baru. Pelaku bernama Nurma Andika Fauzy alias Dika (21) akhirnya menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Wates hari ini.

"Hari ini sidang perkara pembunuhan atas nama terdakwa Nurma Andika Fauzy alias Dika. Ini sidang yang pertama dengan acara pemeriksaan identitas terdakwa sekaligus pembacaan dakwaan," kata Humas PN Wates, Edy Sameaputty, ditemui di lokasi persidangan, Senin (27/9/2021).

Edy menerangkan ada dua dakwaan yang ditujukan kepada terdakwa yaitu pasal 338 KUHP tentang pembunuhan atau 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

Dakwaan itu dilandasi atas aksi Dika yang telah menghabisi nyawa dua orang perempuan. Modusnya Dika mengajak korban untuk jalan-jalan, kemudian dicekoki minuman yang ternyata sudah dicampur obat sehingga korban teler. Dalam kondisi tak berdaya itu, Dika membunuh korban kemudian menggasak harta benda.

"Apabila terdakwa didampingi oleh penasihat hukumnya maka akan diberikan kesempatan terhadap terdakwa maupun penasihat hukumnya untuk mengajukan keberatan atas dakwaan," ucap Edy.

Sidang ini dipimpin Wakil Ketua PN Wates Ayun Kristiyanto dengan anggota Silvera Sinthia Dewi, dan Setyorini Wulandari. Kemudian jaksa penuntut umum (JPU) yaitu Estining Ayu Pramushinta dan Yoveridda Livenni dari Kejaksaan Negeri Kulon Progo.

Karena masih masa pandemi COVID-19, sidang digelar secara daring. Terdakwa mengikuti persidangan dari Rutan Kelas II B Wates. Sementara untuk majelis hakim di PN Wates dan JPU di Kejaksaan Negeri Kulon Progo. Adapun sidang berikutnya akan digelar pada Senin 4 Oktober 2021 dengan agenda pemeriksaan saksi.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Setiyanto dari Pusat Bantuan Hukum Nyi Ageng Serang, mengatakan pihaknya akan mengikuti proses hukum yang berlaku. Meski begitu pihaknya akan berupaya mencari saksi yang meringankan terdakwa untuk didatangkan dalam sidang lanjutan.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...