4 Siswa SD di Gunungkidul Positif COVID, PTM Disetop

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 16:16 WIB
Poster
Ilustrasi Virus Corona. (Foto: Edi Wahyono)
Gunungkidul -

Sebanyak empat siswa SD Negeri Panggang 1 Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19. Akibatnya, pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah tersebut dihentikan sementara.

Panewu (Camat) Panggang Winarno menjelaskan kasus tersebut bermula saat salah seorang siswa yang tertular COVID-19 dari teman sepermainan. Terlebih, siswa yang bersangkutan sudah mengikuti PTM di SD Negeri Panggang 1 pada tanggal 15 September.

"Jadi ada warga positif dan anaknya tertular, terus anak yang tertular ini main dengan siswa di SD Negeri 1 Panggang," ucap Winarno saat dihubungi wartawan, Kamis (23/9/2021).

Dari temuan tersebut, Satgas COVID-19 setempat langsung melakukan tracing terhadap sejumlah murid dari dua kelas yang mengikuti PTM secara terbatas. Selain itu, dua guru yang mengajar di dua kelas tersebut juga menjalani tes Corona.

"Akhirnya seluruh siswa kelas 5 yang berjumlah 28 anak dan siswa kelas 6 berjumlah 25 anak dites Corona," katanya.

"Hasilnya sudah empat anak dinyatakan positif (COVID-19). Sedangkan untuk hasil tes anak kelas 6 belum keluar karena sampel baru diambil Selasa (21/9) kemarin," lanjut Winarno.

Winarno menyebut dari temuan ini pihaknya akhirnya menghentikan PTM secara terbatas di SDN Panggang 1. Hal ini untuk memutus penyebaran COVID-19 di kalangan para pelajar maupun guru.

"Dengan temuan kasus ini maka PTM terbatas di SD Negeri Panggang 1 dihentikan. PTM baru akan kembali kami buka setelah tidak ada lagi kasus positif," ujarnya.

Diwawancara terpisah, Kepala SD Negeri Panggang 1 Maryana menjelaskan keempat murid yang terkonfirmasi positif COVID-19 saat ini menjalani isolasi mandiri. Selama itu pula, pihaknya menghentikan PTM secara terbatas.

"Untuk anak-anak yang positif saat ini masih menjalani isolasi mandiri, dan untuk pembelajaran tatap muka dihentikan hingga batas waktu yang tidak ditentukan," ucap Maryana.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty menyebut temuan kasus Corona di lingkungan sekolah ini menandakan pelaksanaan PTM belum sepenuhnya siap. Apalagi vaksin baru bisa diberikan pada anak berumur di atas 12 tahun ke atas.

"Karena itu perlu ada seleksi sekolah yang bisa memulai PTM," ucap Dewi.

(ams/sip)