Massa Turun ke Jalan Lagi, Tolak Proyek 'Malioboro' Kota Tegal

Imam Suripto - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 15:38 WIB
Massa kembali turun ke jalan tolak revitalisasi Malioboro Kota Tegal, Kamis (23/9/2021).
Massa kembali turun ke jalan tolak revitalisasi 'Malioboro' Kota Tegal (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Tegal -

Pekerjaan proyek revitalisasi Jalan A Yani yang digadang bakal menjadi 'Malioboro'-nya Kota Tegal, Jawa Tengah, kembali mendapat penolakan. Massa melakukan upaya paksa menghentikan proyek pengerjaan tersebut dan berlangsung ricuh.

Pantauan di lokasi, upaya penghentian proyek city walk 'Malioboro' di Jalan Ahmad Yani Kota Tegal sempat menimbulkan ketegangan. Para pedagang, aktivis dan sejumlah elemen mahasiswa nyaris bentrok dengan beberapa orang yang mendukung pembangunan proyek ini.

Massa yang menolak proyek ini sebelumnya bergerak menuju ke Gedung DPRD Kota Tegal dan ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tegal KH Habib Ali Zaenal Abidin. Ada 12 orang perwakilan massa yang audiensi dan mendesak pimpinan DPRD Kota Tegal menghentikan proyek revitalisasi tersebut.

"Saya salah satu dari 30 anggota DPRD Kota Tegal, jadi saya tidak bisa memberikan keputusan apapun. Aspirasi saya tampung nanti akan disampaikan kepada pimpinan," kata Habib Ali kepada belasan perwakilan aksi di lokasi, Kamis (23/9/2021).

Massa kembali turun ke jalan tolak revitalisasi 'Malioboro' Kota Tegal, Kamis (23/9/2021).Massa kembali turun ke jalan tolak revitalisasi 'Malioboro' Kota Tegal, Kamis (23/9/2021). Foto: Imam Suripto/detikcom

Massa yang tidak puas dengan jawaban tersebut kemudian bergerak menuju ke lokasi proyek 'Malioboro' Tegal di Jalan Ahmad Yani yang berjarak sekitar 300 meter. Massa ini kemudian mencoba menghentikan paksa pengerjaan proyek tersebut.

Dari lokasi proyek, massa kemudian berjalan menuju ke Kantor DPUPR di Jalan Pancasila. Mereka berkeinginan menemui Kepala Dinas PUPR Kota Tegal Sugiyanto, namun tidak berhasil karena yang bersangkutan sedang dinas ke luar kota.

Massa mengaku meminta proyek ini dihentikan sebelum ada uji kelayakan. Salah satu pemilik toko di area Jalan Ahmad Yani, Agus mengatakan belum mendapat pemberitahuan terkait proyek pembangunan revitalisasi jalan tersebut.

"Yang namanya proyek itu harus melalui studi kelayakan, dan ini belum ada. Maka kami minta untuk dihentikan," tegasnya.

(ams/mbr)