Biadab! Pria Ini Cabuli Bocah 7 Tahun hingga Lukai Kemaluan Korban

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 14:29 WIB
Polres Karanganyar tangkap pemerkosa bocah hingga terluka, Kamis (23/9/2021).
Polres Karanganyar tangkap pemerkosa bocah hingga terluka, Kamis (23/9/2021). (Foto: dok Humas Polres Karanganyar)
Karanganyar -

Seorang pria berinisial R alias B (52), warga Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, berurusan dengan polisi usai melakukan aksi pencabulan terhadap anak tetangganya sendiri. Bahkan akibat perbuatan pelaku, organ vital korban mengalami luka.

Aksi pencabulan ini dilakukan bapak dua anak tersebut di depan rumahnya, pada Senin (6/9) lalu. Sekitar pukul 18.00 WIB, tersangka yang saat itu sedang membersihkan tikar menggunakan selang air kemudian mengajak korban.

"Yang bersangkutan mengajak korban bermain di rumahnya. Dalam kesempatan itulah tersangka melakukan tindak pencabulan terhadap korban," ujar Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito, dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (23/9/2021).

Korban menangis kesakitan hingga didengar oleh orang tua korban. Orang tua korban yang mendapati anaknya dalam keadaan basah kuyup kemudian menggendong korban ke dalam rumah.

"Di situlah saksi kemudian melihat ada keanehan pada korban, mengeluarkan darah dari kemaluannya. Di situ terungkap apa yang dilakukan oleh pelaku," jelas Purbo. Kemaluan korban mengalami luka karena dilukai pelaku dengan selang air.

Usai mendapatkan laporan dari pihak korban, polisi segera bergerak untuk menangkap tersangka. Polisi sendiri saat ini tengah mendalami dugaan adanya korban lain.

"Tidak menutup kemungkinan tersangka ini melakukan tindakan pencabulan terhadap korban-korban lain. Ini masih kita kembangkan," terangnya.

Tersangka saat ini meringkuk di tahanan Mapolres Karanganyar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tersangka dijerat dengan pasal 82 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancamannya pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar," pungkas Purbo.

(sip/mbr)