Nisan-nisan Makam di Klaten Dirusak, Polisi Turun Tangan

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 15:06 WIB
Sejumlah nisan di makam Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, dirusak, Kamis (23/9/2021).
Sejumlah nisan di makam Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, dirusak, Kamis (23/9/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Sejumlah nisan di makam Si Kembang, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, dirusak. Nisan yang dirusak itu dari kuburan-kuburan lama yang terbuat dari batu andesit.

Pantauan detikcom di lokasi pukul 11.00 WIB, ada lebih dari 10 makam yang rusak. Semuanya makam lama yang terbuat dari tumpukan lempeng batu andesit.

Ada yang tumpukan batunya tersisa satu baris dan ada yang kepala nisan copot. Batu nisan tersebut masih utuh hanya lepas dari tempatnya.

Kemudian ada nisan yang tergeletak di tanah makam hingga di dekat gapura pintu masuk makam. Sedangkan nisan makam yang terbuat dari tembok dan keramik tidak ada yang rusak.

Warga Desa Sidowayah, Hapsoro, mengatakan perusakan itu sudah berulang kali. Jumlah makam yang dirusak mencapai puluhan.

"Ya kalau puluhan ada saya kira. Dan ini sudah berulang kali," terang Hapsoro kepada detikcom, Kamis (23/9/2021).

Sejumlah nisan di makam Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, dirusak, Kamis (23/9/2021).Sejumlah nisan di makam Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, dirusak, Kamis (23/9/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)

Perusakan itu, ungkap Hapsoro, setelah diselidiki ternyata dilakukan warga desanya sendiri. Pelaku rumahnya tidak jauh dari lokasi.

"Pelaku warga kita sendiri ternyata. Pelaku mengalami gangguan jiwa dan ini sudah dikoordinasikan dengan keluarganya," jelasnya.

Menurutnya, sudah ada pembicaraan dengan keluarga untuk dicarikan solusi. Sementara pelaku akan dibawa ke RSJ.

"Rencananya mau kita bawa ke RSJ dan tinggal menunggu persetujuan keluarga," imbuh Hapsoro yang juga anggota DPRD Klaten ini.

Diwawancara terpisah, Kapolsek Polanharjo AKP Nurwadi membenarkan ada kejadian perusakan nisan di makam Desa Sidowayah tersebut. Pelaku setelah diselidiki ternyata adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Orang depresi dan ini saya juga di Sidowayah. Sedang dikoordinasikan dengan keluarga akan dibawa ke RSJ," kata Nurwadi.

(rih/sip)