Woro-woro Lur! Malioboro Yogya Berlakukan Gage Tiap Akhir Pekan

Heri Susanto - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 17:09 WIB
Yogyakarta masih PPKM Level 4, namun wisatawan telah memadati kawasan Malioboro. Begini potretnya.
Suasana Jalan Malioboro saat Yogyakarta masih menerapkan PPKM Level 4. (Foto: Pius Erlangga/detikcom)
Yogyakarta -

Penerapan ganjil genap (gage) di destinasi wisata akan diberlakukan juga di Jalan Malioboro, Yogyakarta. Penerapannya akan menggunakan patokan tanggal dan nomor kendaraan.

"Setiap akhir pekan, di Malioboro akan kami lakukan ganjil genap menggunakan tanggal. Kalau tanggal ganjil berarti nomor pelat ganjil, kalau genap ya nomor pelat genap," kata Kapolresta Yogyakarta Kombes Purwadi Wahyu Anggoro, usai memimpin Apel Operasi Patuh Progo, di Mapolresta Yogyakarta, Senin (20/9/2021).

Aturan ini akan mulai berlaku pekan depan. Purwadi mengatakan penerapan gage dilakukan untuk terus menekan kasus positif COVID-19. Dia mengungkap Yogyakarta ingin segera menjadi zona hijau.

"Kami ingin Yogyakarta kembali hijau seperti Jawa Timur agar masyarakat bisa beraktivitas normal kembali," jelasnya.

Untuk penerapan gage tersebut, lanjut Purwadi, pihaknya akan memulai dengan menyiapkan penyekatan di akses masuk Malioboro di Pos Polisi Teteg Tugu. "Jadi kalau tidak sesuai ya kami minta tidak masuk ke Malioboro," imbuhnya.

Ia mengatakan, meski Yogyakarta masih menerapkan PPKM Level 3, kendaraan pribadi masih ramai masuk ke Malioboro. Terlebih saat akhir pekan, wisatawan dari luar Yogyakarta sudah memadati Malioboro.

"(Gage berlaku untuk) Semua kendaraan. Nanti akan kami lihat di lapangan apakah hanya roda empat saja atau semuanya," jelasnya.

Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi menjelaskan petugas gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Yogyakarta yang bersiaga di Malioboro selama akhir pekan harus menghalau bus pariwisata. Bus pariwisata tidak boleh masuk ke Malioboro, sejak Sabtu (18/9) sampai Minggu (19/9).

"Karena secara resmi Malioboro sebagai destinasi wisata memang belum dibuka. Jadi kami lakukan pencegahan agar wisatawan tidak masuk ke Malioboro terlebih dahulu," kata Heroe Poerwadi, kepada wartawan hari ini.

Heroe mengatakan, dirinya meminta pengertian dari pelaku wisatawan maupun travel biro agar benar-benar menjaga Malioboro tidak penuh wisatawan. Ini sebagai upaya untuk mencegah penularan Corona.

"Kami sudah meminta semua pihak untuk bersama-sama menjaga Yogyakarta agar tidak naik lagi kasus positif. Kami harapkan semua pihak bisa bersabar dulu. Jangan sampai ada gelombang ketiga dan keempat seperti di negara lain," imbuhnya.

Simak juga 'Gage di Perbatasan Subang, Ratusan Kendaraan Putar Balik':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)