Tertipu Lowongan Kerja, Gadis ABG Ini Malah Diiklankan Jadi PSK Online

Heri Susanto - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 15:08 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Yogyakarta -

Malang nasib gadis berusia 16 tahun asal Banjarnegara, Jawa Tengah. Dia dijanjikan bekerja di rumah makan, tapi setelah sampai Yogyakarta justru dijual ke hidung belang.

"Orang tua korban membuat laporan anaknya, dijanjikan pekerjaan di rumah makan di Yogyakarta oleh pelaku saudara Darul. Dari sana, kami lakukan penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riko Sanjaya kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Senin (20/9/2021).

Riko menyebut dari hasil penyelidikan, korban ternyata diiklankan lewat aplikasi MiChat. Korban diminta untuk memberikan jasa seksual kepada tamu yang diberikan muncikari.

"Kami lakukan penyelidikan ternyata korban ini dipaksa untuk melayani jasa seksual kepada tamu yang sudah dicarikan oleh saudara Darul dan saudara Sohirin melalui aplikasi MiChat," kata Riko.

Dari pengakuan korban, korban telah dipaksa melayani tamu sebanyak 10 kali. Jasa korban ditarif senilai Rp 350 ribu-1 juta.

"Sejak tanggal 3 September 2021 sampai dengan Selasa tanggal 7 September 2021 pengakuan korban sudah melayani tamu sebanyak 10 kali dengan bervariatif dari harga Rp 350 ribu sampai dengan Rp 1 juta," katanya.

Uang hasil melayani tamu itu, kemudian digunakan untuk membayar hotel, makan dan menginap selama di hotel. Dari kasus ini polisi menangkap 2 orang muncikari.

"Setelah mengantongi bukti, kami lakukan penangkapan tersangka Darul dan Sohirin di salah satu Hotel di Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Rabu (8/9) malam," katanya.

Dari kasus ini polisi menyita satu unit ponsel milik tersangka Darul, satu ponsel milik tersangka Sohirin. Tak hanya itu, uang tunai senilai Rp 185 ribu dan kartu ATM milik Sohirin juga disita.

"Karena korban masih berumur 16 tahun, kami sangkakan Pasal 76 i eksploitasi seksual terhadap anak yang diatur dalam UU Perlindungan Anak, dan Pasal 88 Jo Pasal 76I UU No. 35 Th 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Th 2002, tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 10 tahun penjara," tegasnya.

(ams/sip)