Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pembuang Limbah Ciu ke Bengawan Solo

Ari Purnomo - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 14:23 WIB
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy, Sukoharjo, Rabu (8/9/2021).
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy, Sukoharjo, Rabu (8/9/2021). (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Polda Jawa Tengah menetapkan dua tersangka dalam kasus pembuangan limbah ciu di Bengawan Solo. Dua tersangka merupakan pria berinisial J (36) dan H (40) merupakan warga Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah tim Opsnal Tipidter Polres Sukoharjo mendapatkan informasi mengenai pembuangan limbah di wilayah Polokarto. Tersangka H disebut perannya sebagai buruh dan J wiraswata.

"Setelah diselidiki, petugas mendapati dua tersangka H dan J melakukan pembuangan limbah dengan sarana dua unit mobil pikap. Kemudian keduanya diamankan beserta barang bukti ke Polres Sukoharjo," terang Iqbal kepada wartawan melalui keterangan resminya, Jumat (17/9/2021).

"Tersangka H dan J adalah orang yang membuang limbah dari hasil produksi alkohol di salah satu (tempat) pengrajin alkohol di Polokarto," sambungnya.

Mantan Kasatlantas Solo itu menguraikan mengenai cara tersangka saat membuang limbahnya. Para tersangka ternyata menyedot limbah dari tempat produksi menggunakan alat bertenaga diesel.

"Barang bukti yang diamankan di antaranya dua unit mobil, dua tandon air kapasitas 1.000 liter, diesel, selang. Motifnya untuk butuh uang, untuk biaya hidup," pungkasnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 104 UU RI No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan atau Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 3.000.000.000.

Dalam wawancara sebelumnya, Iqbal menyebut ada dua perusahaan yang diperiksa terkait dugaan pencemaran limbah di Bengawan Solo. Dua perusahaan tersebut juga berlokasi di Sukoharjo.

"Dulu 2019 sudah pernah kena sanksi administrasi dari LHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan) provinsi (Jateng)," ucapnya kepada wartawan, kemarin.

Sementara itu, untuk mengetahui pencemaran Bengawan Solo, pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) polisi menyasar ratusan industri rumahan di dua lokasi di Sukoharjo. Di antaranya 45 home industry di Polokarto dan 88 industri di Mojolaban.

Dari pemeriksaan itu diketahui industri di Mojolaban sudah mempunyai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sedangkan di Polokarto belum ada. Daerah yang belum memiliki IPAL membuang limbah di sembarang tempat, seperti di sungai, di sawah dan juga di area peternakan.

(sip/mbr)