Kisah Gadis di Boyolali Rawat Ayah-Kakak Lumpuh Usai Ibu Wafat Kena Corona

Ragil Ajiyanto - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 19:01 WIB
Keluarga Pamuji Slamet di Boyolali, Kamis (16/9/2021).
Keluarga Pamuji Slamet di Boyolali, Kamis (16/9/2021). Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Pamuji mengungkapkan dia memiliki usaha penggilingan padi di belakang rumah. Dulu sebelum sakit stroke, usaha penggilingan padi dia yang menjalankan dan istrinya yang menjual ke pasar dan pelanggan.

Setelah dia terkena stroke, usaha penggilingan padi dijalankan istrinya dan anak laki-lakinya yang nomor dua, Bayu. "Setelah Bayu kecelakaan, semua dijalankan istri saya," imbuhnya.

Namun cobaan kembali datang. Istrinya, Mujiyani, meninggal dunia kena COVID-19. Tulang punggung keluarga pun tidak ada. Usaha penggilingan padi juga tak bisa dijalankan.

Sementara itu, Heppy menceritakan ibunya meninggal pada 4 Agustus lalu. Setelah itu dia membantu mengurus ayah dan dua kakaknya.

"Ya dilakukan dengan sabar, seperti saya yang memasak," kata Heppy.

Sementara itu Kepala Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Edi Nugroho, mengaku prihatin dengan kondisi warganya tersebut. Dia pun berupaya meringankan beban keluarga Pamuji Slamet. Untuk kebutuhan sehari-hari sudah bisa dibantu lewat program Jogo Tonggo.

"Juga ada bantuan rutin dari pemerintah. Namun itu tentu tidak cukup," kata Edi.

Pihaknya masih terus berupaya mencari jalan agar Pamuji Slamet dan keluarganya memiliki sumber penghasilan. Setidaknya, usaha penggilingan padi bisa berjalan lagi sehingga keluarga ini bisa memiliki penghasilan lagi.

Bayu yang mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan itu juga menyatakan siap untuk melanjutkan usaha penggilingan padi keluarganya. Namun masih membutuhkan modal.

Sementara Camat Mojosongo, Tusih Priyanta, mengatakan pihaknya melakukan pendampingan kepada keluarga Pamuji Slamet. Sejumlah bantuan sudah diserahkan kepada keluarga ini.

"Kami dari Pemerintah Kecamatan Mojosongo dan Desa Jurug sudah berupaya, berikhtiar, membantu untuk pendampingan pemberian Jadup (bantuan jaminan hidup) setiap hari melibatkan tim Jogo Tonggo di lingkungan sekitar. Juga keluarga ini kita masukkan di BST (bantuan sosial tunai) maupun di PKH (program keluarga harapan) yang setiap bulan mendapatkan bantuan sembako dan juga bantuan keuangan," ujar Tusih.

Melalui stakeholder, pihaknya juga telah memberikan bantuan dua kursi roda untuk Jatmiko dan Bayu. Pihaknya kini masih berupaya mencarikan beasiswa agar Heppy tidak kesulitan keuangan dalam menempuh pendidikan di SMAN 1 Boyolali.


(rih/ams)