Alasan Pilu Pasutri Bawa 7 Anaknya Tidur di Kolong Angkringan Sukoharjo

Ari Purnomo - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 14:27 WIB
Cahyo dan Wiwin terpaksa mengajak 9 anaknya tidur di warung hik miliknya karena diusir dari kontrakan.
Cahyo dan Wiwin terpaksa mengajak tujuh anaknya tidur di warung hik miliknya. (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Sukoharjo -

Cerita pasangan suami istri (pasutri) Cahyo Yulianto (51) dan Wiwin Hariyati (48) tengah ramai menjadi perbincangan dan viral di media sosial karena membawa tujuh anaknya tidur di warung hik, Sukoharjo, Jawa Tengah. Keduanya mengungkap keputusan membawa anak-anaknya tinggal di warung hik karena tak mampu lagi membayar uang kontrakan.

"Sebelumnya yang tidur di sini (warung) hanya saya dan istri saya, sementara anak-anak tidur di rumah kontrakan yang ada di Colomadu, Karanganyar," tutur Cahyo saat ditemui detikcom di warungnya, yang berada di pinggir Jalan Solo-Semarang, Sukoharjo, Kamis (16/9/2021).

Tujuh anak yang dia bawa tinggal di warung hik itu di antaranya berumur 18, 15, 13, dan 12 tahun. Karena tak sanggup membayar uang sewa, Cahyo akhirnya diminta meninggalkan kontrakan tersebut oleh pemiliknya. Sehingga dia terpaksa membawa anak-anaknya tinggal di pinggir jalan raya yang dilintasi kendaraan berat dengan kecepatan tinggi itu.

"Baru empat hari ini anak-anak saya ajak ke sini, karena tidak ada tempat lain. Dulu punya rumah, tapi sudah dijual dan adanya cuma warung ini," tuturnya.

Sebenarnya pasangan Cahyo dan Wiwin punya 13 anak. Dua di antaranya sudah menikah dan tinggal bersama keluarga kecilnya. Kemudian dua anak lainnya ikut sang nenek yang tinggal tidak jauh dari warung hik miliknya. Lalu dua anak lainnya sudah bekerja dan tidak tinggal bersamanya lagi.

Sehingga saat ini ada tujuh anaknya yang ikut tinggal di warung kaki lima yang berdiri di atas trotoar depan SMPN 3 Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), itu.

Dengan kondisi yang seadanya, anak-anak yang masih berusia belasan tahun itu tinggal dan tidur di warung hik tersebut.

"Kalau malam anak-anak ada yang tidur di kursi, di kolong meja. Kalau saya sama suami tidur di kursi panjang," ucap Wiwin.

"Anak-anak tidak ada yang mengeluh, saya bersyukur," imbuhnya.

(sip/rih)