Heboh Air Saluran Irigasi di Klaten Berubah Jadi Merah Darah

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 18:08 WIB
Saluran irigasi di Klaten jadi merah darah, Kamis (16/9/2021).
Saluran irigasi di Klaten jadi merah darah, Kamis (16/9/2021). (Foto: Tangkapan layar media sosial)
Klaten -

Air yang mengalir di saluran irigasi antara Desa Bulan dan Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah tiba-tiba berubah warnanya menjadi merah darah. Kejadian itu viral di media sosial sehingga membuat geger warga sekitar.

"Kejadiannya sekitar habis zuhur tadi sampai jam 13.00 WIB. Kejadiannya (air berubah merah) sekitar dua jam," ungkap pemilik warung di tepi saluran air itu, Slamet, kepada detikcom di Desa Bulan, Kecamatan Wonosari, Kamis (16/9/2021).

Kejadian tersebut juga viral di medsos. Video air berubah merah darah itu diposting di grup Facebook info seputar Klaten oleh akun Deni Legowo pada Kamis (16/9) sekitar pukul 15.00 WIB.

Dalam video berdurasi 10 detik itu terdengar suara seseorang berkata, "Sungai Ngreden tercemar lur, ini warnanya merah merona, ikan pada mati."

Slamet mengaku kaget saat melihat air sungai berubah merah saat sedang berjualan pada siang tadi. Menurutnya, asal warna merah itu bukan dari Desa Bulan tapi dari hulu.

Lokasi saluran air yang berubah merah di Desa Bulan-Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten, Kamis (16/9/2021).Lokasi saluran air yang berubah merah di Desa Bulan-Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten, Kamis (16/9/2021). Foto: Achmad Syauqi/detikcom

"Saya kaget pas jualan karena air jadi merah mengalir ke selatan. Saluran ini ujungnya sana di Desa Bentangan," lanjut Slamet.

Slamet menduga warna itu bukan karena pabrik karena di desanya dan sekitarnya tidak ada pabrik. Kemungkinan ada orang mencuci sesuatu di saluran.

"Mungkin untuk mencuci di atas sana, di sini tidak ada pabrik. Ujung sana di Desa Bentangan atau Boto, setahu saya baru hari ini," papar Slamet.

Yunanto, warga lainnya mengatakan kejadian berubahnya warna air di saluran tersebut tidak hanya terjadi hari ini. Peristiwa yang sama, kata dia, juga terjadi kemarin.

"Kemarin itu mulai jam 09.00 WIB tapi zuhur berhenti lalu mulai lagi. Airnya jadi merah karena untuk mencuci plastik dari atas," kata Yunanto pada detikcom saat ditemui di Desa Ngreden.

Menurut Yunanto, orang yang mencuci plastik itu diduga bukan warga sekitar. Dia mengungkap orang itu datang menggunakan mobil boks.

Selengkapnya di halaman berikut...