Brebes PPKM Level 4 Lagi, Polisi Perketat Penyekatan Kendaraan

Imam Suripto - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 17:12 WIB
Penyekatan kendaraan di Brebes, Kamis (16/9/2021).
Penyekatan kendaraan di Brebes, Kamis (16/9/2021). (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Brebes -

Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali berstatus PPKM level 4. Polisi pun memperketat penyekatan kendaraan yang akan masuk Brebes.

Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto mengatakan bahwa penyekatan kendaraan ini dilakukan di dua titik yakni Brebes Timur dan Brebes Barat.

"Pengetatan di dua pintu masuk Brebes, ialah Brebes Timur dan Brebes Barat. Ini berlaku sampai PPKM level 4 selesai," kata Faisal saat dikonfirmasi, Kamis (16/9/2021).

Faisal menjelaskan, dengan penyekatan ini maka semua kendaraan dari luar daerah tidak diperbolehkan masuk dalam kota Brebes. Kendaraan dari arah barat (Cirebon atau Jakarta) dialihkan masuk tol melalui pos penyekatan Brebes Barat. Demikian pula sebaliknya, dari arah timur, kendaraan diarahkan masuk tol melalui pos penyekatan Brebes Timur.

Penyekatan kendaraan di Brebes, Kamis (16/9/2021).Penyekatan kendaraan di Brebes, Kamis (16/9/2021). (Foto: Imam Suripto/detikcom)

Faisal menyebut hanya kendaraan tertentu yang dibolehkan melintas. Mereka adalah golongan esensial dan kritikal, itu pun harus menunjukkan surat rekomendasi.

"Di tiap pos jalur masuk, akan dijaga oleh petugas. Mereka akan mengawasi dan menentukan kendaraan yang boleh melintas masuk," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali diperpanjang hingga 20 September 2021. Di Jawa Tengah, ada satu kabupaten yang kembali masuk ke level 4.

Dalam dalam Inmendagri Nomor 42 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali disebutkan untuk wilayah Jawa Tengah, Kabupaten yang PPKM Level 4 adalah Kabupaten Brebes. Sebelumnya saat pemerintah memperpanjang PPKM level 2-4 di Jawa dan Bali hingga 30 Agustus, PPKM di Brebes turun dari level 4 ke 3.

Terkait masalah ini, Bupati Brebes Idza Priyanti menyebutkan terjadi akumulasi jumlah kematian dan kasus positif Corona akibat keterlambatan (delay) dalam input data laporan COVID-19.

Dia pun memanggil seluruh direktur rumah sakit (RS) di wilayahnya agar disiplin menginput data laporan virus Corona.

"Saya tegas kepada seluruh petugas peng-entry data agar benar-benar meng-update data setiap hari. Sehingga, kejadian delay data seperti saat ini tidak terjadi kembali," kata Idza Priyanti, usai pertemuan kepada wartawan di lokasi, Selasa (14/9).

(rih/sip)