Kadus Hamburkan Dana PKH Lalu Bunuh Diri, Dinsos Batang Bilang Begini

Robby Bernardi - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 13:31 WIB
surat wasiat dari kadus bunuh diri di batang
Surat wasiat dari kadus bunuh diri di Batang. (Foto: Istimewa)
Batang -

Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

===
Seorang kadus di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, ditemukan tewas bunuh diri dan meninggalkan wasiat soal pengakuannya menggunakan uang program keluarga harapan (PKH) untuk foya-foya. Terkait kejadian itu, Dinas Sosial Batang membenarkan kadus tersebut merupakan agen terkait penyaluran PKH.

"Saya menyesalkan atas perbuatan yang berangkutan. Yang bersangkutan kita sesalkan juga yang menjadi agen, tidak bisa amanah," kata Kepala Dinas Sosial Batang, Joko Tetuko, saat dihubungi wartawan, Kamis (16/9/2021).

Saat ditanya soal nasib warga Desa Gerlang yang duit PKH-nya digunakan kadus tersebut, Joko mengaku belum mengetahui datanya secara detail. Namun dia mengungkap sempat ada kesepakatan untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan sebelum kadus itu bunuh diri.

"Ya saya tidak tahu (nasib uang warga). Ya, selanjutnya bergantung sama KPM (keluarga penerima manfaat) dan pihak keluarga yang bersangkutan," kata Joko.

"Yang pegang kartu menggesek di ATM bisa, tidak perlu di agen. Kalau di agen kan stok uangnya sedikit. Misal di Desa Gerlang, sekali ambil warganya Rp 20 juta, agen tidak mempunyai uang tunai sebesar itu. Akhirnya mereka ke ATM terdekat di kecamatan Blado atau Bandar," katanya.

Namun Joko menjelaskan memang tidak semua warga bisa mengambil uang tunai secara mandiri. Selama ini, kata Joko, ada kelompok atau kolektor yang mengambilkan uang tersebut seperti yang dilakukan kadus tersebut.

"Tapi gini, kondisi di lapangan, yang namanya orang di desa, apalagi ada orang tua. Idealnya ambil sendiri-sendiri. Tapi banyak yang tidak melakukannya. Mereka menitipkan seseorang untuk mengambilkan ke ATM atau agen-agen," jelasnya.

Dia menyarankan warga hanya sebatas diberi pendampingan terkait pencairan bansos PKH. Bukan lebih dari itu apalagi sampai mengkoordinir pengambilan uang.

"Selanjutnya (PKH di Desa Gerlang) ya berlangsung seperti biasanya. Kan kartunya (PKH warga Desa Gerlang) ditinggal di rumah dia (korban bunuh diri), saya cek sudah diambil warga kembali, melalui istrinya," ungkapnya.

Lihat juga video '2 Petugas PKH Sunat Dana Bansos Rp 50-100 Ribu per KK, Ini Modusnya':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)