Muncul Kuburan Palsu di Klaten, Sosiolog UNS Singgung Larangan Simbolik

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 18:43 WIB
Heboh kuburan tiban di Klaten
Heboh 'kuburan tiban' di Klaten. Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Solo -

Muncul gundukan mirip makam atau kuburan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Nurhadi, menduga hal tersebut sengaja dibuat sebagai simbol untuk menyampaikan pesan tertentu.

Nurhadi mengatakan masyarakat Indonesia memang dekat dengan kebiasaan-kebiasaan simbolis. Termasuk membuat cerita atau membuat benda tertentu sebagai peringatan atau larangan.

"Masyarakat kita memang sering membuat larangan dalam bentuk simbolik seperti kuburan itu. Mungkin karena di situ sering buat membuang sampah sembarangan," kata Nurhadi saat dihubungi detikcom, Jumat (10/9/2021).

Selain simbolis, masyarakat juga kerap membuat larangan dengan pesan sarkastis. Namun dia menilai pesan simbolik bisa lebih mengena bagi masyarakat lokal.

"Sarkastik misalnya 'dilarang kencing kecuali anjing'. Tapi masyarakat kita biasanya tidak suka kalau diberi tahu kesalahannya. Makanya kadang lebih efektif pakai simbolik," ujarnya.

Dia juga mengatakan kebiasaan itu sudah terjadi sejak masa lampau. Masyarakat tradisional sering membuat cerita-cerita untuk melindungi alam dari kebiasaan buruk manusia.

"Masyarakat tradisional zaman dulu mungkin tidak akan paham jika diberi tahu alasan rasional kenapa pohon ini nggak boleh ditebang. Makanya dibuat cerita-cerita biar masyarakat percaya," ungkapnya.

Warga di sekitar Sungai Dengkeng, Klaten dikagetkan dengan munculnya dua gundukan menyerupai makam atau kuburan.Warga di sekitar Sungai Dengkeng, Klaten dikagetkan dengan munculnya dua gundukan menyerupai makam atau kuburan. Foto: Achmad Syauqi

Diberitakan sebelumnya, warga dan pengguna jalan di sekitar jalan Kopral Sayom, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten, Jawa Tengah, dikejutkan munculnya gundukan tanah mirip kuburan di tepi jalan. Kuburan itu lengkap dengan payung, bunga tabur dan botol air.

"Saya tahu baru hari ini ada kuburan itu. Kemarin-kemarin belum ada," ungkap Mulyadi, tukang pembuat pelat nomor di timur lokasi, Senin (16/8) siang.

Mulyadi mengatakan tidak mengetahui siapa yang membuat kuburan itu. Apakah kuburan manusia atau bukan tetapi sebelumnya di lokasi ada sampah.

Meskipun belum diketahui siapa yang membuat 'kuburan tiban' itu. Namun segera bisa dilacak arah dan tujuan pembuatnya. Di bawah gundukan itu ada tulisan di atas kertas bertuliskan 'Nasib yang buang sampah sembarang'. Tulisan serupa juga dipasang di atas gundukan tanah.

Teranyar, warga di sekitar Sungai Dengkeng, Klaten yang merupakan anak Bengawan Solo, juga dikagetkan dengan munculnya dua gundukan menyerupai makam atau kuburan. Gundukan disertai batu menyerupai nisan itu terlihat di bawah Bendung Talang, Desa Talang, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah.

(rih/ams)