Kecelakaan Maut di Sigar Bencah Semarang, Sopir Truk Jadi Tersangka

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 16:13 WIB
Kecelakaan beruntun di Sigar Bencah Semarang, Kamis (9/9/2021). Akibat peristiwa ini empat orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi.
Suasana pasca-kecelakaan beruntun di Sigar Bencah Semarang, Kamis (9/9/2021). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Kota Semarang -

Sopir truk tangki air yang diduga jadi penyebab kecelakaan beruntun di tanjakan Sigar Bencah Kota Semarang, Jawa Tengah, ditetapkan sebagai tersangka. Sopir bernama Agus Sutanto itu dinilai melakukan kelalaian sehingga menyebabkan empat orang tewas.

"Sopir sudah ditetapkan tersangka dan dijerat pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, kepada wartawan di kantornya, Jumat (10/9/2021).

Untuk diketahui peristiwa kecelakaan maut itu terjadi hari Kamis (9/9) kemarin pukul 10.30 WIB yang berawal saat truk tangki air bernopol H 1983 AY yang dikemudikan Agus kehilangan kendali saat jalan menurun kemudian menghantam mobil Brio H 9157 FW yang melaju searah dengan truk.

Kemudian truk belok ke kanan menghantam motor Nmax H 5748 BBG. Truk kembali ke lajur kiri dan menabrak mobil pikap GranMax K 8933 NY, sekaligus menghantam motor Vario K 2955 GY dari arah berlawanan.

Tak berhenti di situ, truk juga menabrak dua kendaraan lain yaitu mobil Avanza H 8973 QY dan motor Nmax bernopol H 3789 BNF. Truk tangki air itu akhirnya berhenti setelah terguling.

Akibat peristiwa itu, empat orang tewas. Tiga orang di antaranya sekeluarga yakni Nurul Huda (36) dan istrinya yakni Erna Puji Rahayu (32), serta Alif Kendra Tama (3 bulan) yang mengendarai motor Vario bernopol K 2955 GY. Ketiganya merupakan warga Desa Wado, Kabupaten Blora.

Sedangkan seorang korban lainnya yang tewas yaitu pengendara Nmax bernopol H 5748 BBG bernama Soni Arifianto (41) warga Meteseh Kota Semarang.

Irwan menjelaskan pihaknya akan berkoodinasi dengan berbagai pihak untuk langkah antisipasi agar tidak lagi terjadi kecelakaan di tanjakan tersebut.

"Rute tersebut akan dibuat semacam rekayasa lalu lintas untuk menghindari kejadian serupa. Akan didiskusikan," ujar Irwan.

(sip/ams)