Detik-detik Mengerikan Kecelakaan Beruntun di Sigar Bencah Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 16:21 WIB
Kecelakaan beruntun di Sigar Bencah Semarang, Kamis (9/9/2021). Akibat peristiwa ini empat orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi.
Kecelakaan beruntun di Sigar Bencah Semarang, Kamis (9/9/2021). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Kota Semarang -

Kecelakaan beruntun yang terjadi di tanjakan Sigar Bencah, Kota Semarang, Jawa Tengah, menewaskan empat orang. Polisi mengungkap kesaksian sopir truk yang diduga hilang kendali dan menjadi penyebab kecelakaan ini.

"Dari keterangan saksi dan sopir truk tangki, jadi dugaan awal, dia hilang kendali dari tikungan sebelum Sigar Bencah kemudian tidak bisa mengerem atau kuasai kendaraan," ujar Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit, kepada wartawan di lokasi kejadian, Kecamatan Tembalang, Kamis (9/9/2021).

Sigit menjelaskan kecelakaan itu terjadi pada pukul 10.30 WIB siang tadi. Truk yang kehilangan kendali kemudian menghantam mobil Brio H 9157 FW yang melaju searah dengan truk.

Kemudian truk belok ke kanan menghantam motor NMAX H 5748 BBG. Truk kembali ke lajur kiri dan menabrak mobil pikap Grand Max K 8933 NY, sekaligus menghantam motor vario K 2955 GY dari arah berlawanan.

Tak berhenti di situ, truk juga menabrak dua kendaraan lain yaitu mobil Avanza H 8973 QY dan motor NMAX bernopol H 3789 BNF. Truk tangki akhirnya berhenti setelah terguling.

"Pertama senggol Brio lari ke kiri kemudian motor di kanan. Jadi berusaha ngerem tapi tidak bisa, jadi ada tembak pantul, karambol, Brio di kanan, motor kiri, pikap kanan, kendaraan roda dua, sampai titik akhir di kiri," jelas Sigit.

Salah seorang korban luka, Saiful Dedi Saputra, menambahkan mengatakan saat kejadian ia sedang menjajal motor pelanggan bengkelnya dari arah bawah. Ia melihat truk hilang kendali dan menabrak beberapa kendaraan yang di depannya.

"Saya langsung benting ke kiri, motor sempat kena belakang (truk). Saya lihat langsung yang meninggal satu perempuan di tengah jalan," ujar Saiful.

Akibat peristiwa itu, empat orang tewas. Tiga orang di antaranya sekeluarga yakni Nurul Huda (36) dan istrinya yakni Erna Puji Rahayu (32), serta Alif Kendra Tama (3 bulan) yang mengendarai motor Vario bernopol K 2955 GY. Ketiganya merupakan warga Desa Wado, Kabupaten Blora.

Sedangkan seorang korban lainnya yaitu pengendara NMAX bernopol H-5748-BBG bernama Soni Arifianto (41) warga Meteseh Kota Semarang.

(sip/ams)