Air Bengawan Solo Tercemar Limbah Ciu, PDAM Blora Ketar-ketir

Febrian Chandra - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 18:08 WIB
Warna air Bengawan Solo yang masuk ke instalasi pengolahan air PDAM Blora, Kamis (9/9/2021).
Warna air Bengawan Solo yang masuk ke instalasi pengolahan air PDAM Blora, Kamis (9/9/2021). (Foto: Febrian Chandra/detikcom)
Blora -

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora, Jawa Tengah, berjibaku menjernihkan air Bengawan Solo yang masuk ke instalasi pengolahan airnya. Kondisi saat ini, air Bengawan solo yang melintas di Kabupaten Blora masih berwarna hitam pekat akibat tercemar limbah ciu di hulu sungai.

"Kemarin air masih relatif aman untuk diolah. Hari ini air yang tercemar dari hulu sudah mulai masuk ke instalasi pengolahan air. Ini kita berusaha menjernihkan airnya," kata Dirut PDAM Blora, Yan Rian Pramono, saat dihubungi detikcom, Kamis (9/9/2021).

Yan mengatakan pihaknya berusaha menjernihkan air yang akan disalurkan ke pelanggan. Dia berharap hujan turun agar bisa mengurai warna air.

"Namun apabila air terlalu pekat dan tak bisa diolah, terpaksa penyaluran air ke pelanggan akan dihentikan. Mudah-mudahan ada hujan turun untuk mengurai warna air. Ketar-ketir juga kita ini," terangnya.

Yan mengatakan saat ini ada 20.700 pelanggan PDAM Blora. Sebanyak 12.000 pelanggan di antaranya mengandalkan air baku dari Bengawan Solo.

"Air dari Bengawan Solo ini untuk memenuhi kebutuhan air di lima kecamatan. Yakin Cepu, Sambong, Jiken, Jepon dan Blora," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, PDAM Solo kembali menghentikan pengolahan air Bengawan Solo menyusul terjadinya pencemaran limbah ciu yang semakin parah sejak semalam.

Penghentian operasional di pos Semanggi, Pasar Kliwon, Solo dilakukan sejak pukul 06.00 WIB hingga kondisi air sudah membaik.

"Bengawan Solo tercemar limbah ciu lagi, intake kita off-kan dulu sejak pukul 06.00WIB," ujar Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi PDAM Solo, Bayu Tunggul, saat dihubungi detikcom, pagi tadi.

Dia menyebut kondisi limbah yang mencemari Bengawan Solo pagi ini lebih parah dari sebelumnya.

"Belum tahu sampai pukul berapa (dimatikan), melihat situasi. Hari ini pencemaran lebih parah, warnanya lebih pekat, tapi ini bukan lumpur. Limbah ciu sama dengan yang kemarin," ucapnya.

(sip/rih)