Curi 84 Ekor Kambing di Gunungkidul, 3 Orang Didor Polisi

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 15:48 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi (Foto: Rachman Haryanto)
Gunungkidul -

Polisi meringkus empat orang pelaku pencurian 84 ekor kambing di Kabupaten Gunungkidul, DIY. Tiga orang di antaranya didor atau ditembak kakinya oleh polisi.

Kapolres Gunungkidul AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah mengatakan pelaku inisial SGY (34) warga Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul ditangkap di Bantul; AZ (40) warga Kulon Progo ditangkap di Kapanewon Playen, Gunungkidul; AW (28) warga Kapanewon Ponjong, Gunungkidul, ditangkap di Ponjong; dan TW (59) sebagai penadah warga Prambanan, Klaten, ditangkap di Prambanan.

"Jadi mereka ini beraksi di 82 titik yang tersebar di Gunungkidul. Total kambing yang dicuri mencapai 84 ekor, jadi satu lokasi ada yang dua ekor," kata Aditya kepada wartawan di Mapolres Gunungkidul, Kamis (9/9/2021).

"Saat ditangkap ada tiga orang yang melakukan perlawanan, karena itu kami ambil tindakan tegas dan terukur (dilumpuhkan kakinya)," lanjutnya.

Para pelaku pencurian 84 ekor kambing di Gunungkidul, di Mapolres Gunungkidul, Kamis (9/9/2021).Para pelaku pencurian 84 ekor kambing di Gunungkidul, di Mapolres Gunungkidul, Kamis (9/9/2021). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Untuk rincian 82 lokasi pencurian, Aditya menyebut di antaranya dilakukan di Karangmojo sebanyak 25 lokasi, Ponjong 4 lokasi dan Playen 10 lokasi. Selanjutnya untuk di Wonosari sebanyak 18 lokasi, Semanu 19 lokasi dan Paliyan 6 lokasi.

"Keempat orang itu dalam menjalankan aksi, biasanya membagi tugas. Untuk hasil pencurian biasanya mereka jual di pasar di wilayah Gunungkidul dan di Prambanan," jelasnya.

Kasus ini terungkap berawal dari masuknya enam laporan terkait pencurian hewan ternak berupa kambing di sejumlah kapanewon di Gunungkidul.

"Setelah lidik, Kamis 26 Agustus kami mendapatkan informasi keberadaan pelaku di beberapa lokasi dan langsung dilakukan penangkapan," ujarnya.

Selain menangkap para pelaku, polisi menyita barang bukti di antaranya tiga unit sepeda motor, helm, jaket, karung, tali dan satu ekor kambing etawa. Atas perbuatannya, keempat pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan.

"Keempatnya terancam hukuman maksimal 9 tahun penjara," imbuh Aditya.

Sementara itu, pelaku SGY mengaku menjual kambing tersebut dengan harga yang bervariasi. Dia nekat ikut mencuri kambing berdalih terbentur ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

"Untuk betina ada yang dijual antara Rp 500 ribu sampai Rp 800 ribu. Sementara untuk kambing jantan antara Rp 1 juta sampai Rp 1,6 juta. Kalau uangnya untuk kebutuhan sehari-hari," kata SGY di lokasi yang sama.

(rih/ams)