Data LHKPN KPK: Harta Ganjar Pranowo Naik Rp 550 Juta dalam Setahun

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 13:11 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Banjarnegara, Senin (6/9/2021).
Ganjar Pranowo (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Yogyakarta -

Pernyataan KPK terkait harta kekayaan para pejabat meningkat selama pandemi virus Corona atau COVID-19 sedang ramai dibicarakan. Lalu bagaimana perubahan harta kekayaan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo?

detikcom melihat data kekayaan pejabat dengan mengakses Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di situs KPK, Kamis (9/9/2021). Ganjar terakhir menyetorkan laporan pada Desember 2020. Tampak total harta kekayaan Ganjar dari tahun 2019-2020 memang meningkat.

Total harta kekayaan Ganjar Pranowo meningkat pada tahun 2020, dari yang sebelumnya pada 2019 Rp 9.974.102.309 naik menjadi Rp 10.525.241.063. Sehingga total kekayaan Ganjar pada 2020 naik Rp 551.138.754 dibanding tahun sebelumnya.

Untuk diketahui LHKPN Ganjar pada 2019 dilaporkan pada 31 Desember, kemudian selanjutnya pada 31 Desember 2020.

Tampak harta berupa tanah dan bangunan milik Ganjar Pranowo meningkat dari 2019 sebesar Rp 1.197.000.000. Sedangkan pada tahun 2020 meningkat menjadi Rp 2.585.531.000. Sehingga ada peningkatan sebesar 1.388.531.000.

Peningkatan harta berupa tanah dan bangunan ini karena ada naiknya harga beberapa tanah dan bangunan milik Ganjar. Selain itu ada tambahan dua bangunan dalam harta kekayaan 2020 Ganjar Pranowo yang berada di Sleman. Masing-masing luasnya 34 meter persegi senilai Rp 500.000.000. Keduanya dilaporkan sebagai harta dari hasil sendiri.

Kenaikan selanjutnya ada pada harta lainnya yang dilaporkan pada 2019 sub totalnya Rp. 9.974.102.309 kemudian pada 2020 dilaporkan sebesar Rp. 10.525.241.063.

Selain itu ada peningkatan pada harta bergerak lainnya milik Ganjar yang pada 2019 dilaporkan sebesar Rp. 415.861.750. Kemudian meningkat menjadi Rp. 732.861.750 pada 2020.

Meski begitu harta berupa alat transportasi dan mesin milik Ganjar Pranowo turun pada 2020. Dimana laporan 2019 totalnya Rp. 1.359.000.000, lalu pada 2020 turun menjadi Rp. 1.042.000.000.

Lihat juga video 'KPK Ungkap Harta Pejabat Rata-rata Tambah Rp 1 M Selama Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)