Ustaz yang Viral Pukuli Santri di Demak Jadi Tersangka!

Mochamad Saifudin - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 16:52 WIB
Demak -

Seorang ustaz berinisial M yang viral karena memukuli santri bocah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, telah diamankan polisi. Polres Demak menetapkan M sebagai tersangka.

"Tersangka, untuk status daripada pelaku tersebut. Ancaman hukumannya, karena kami menerapkan Undang-Undang Perlindungan Anak dan KUHP, jadi ancaman hukumannya 3 tahun 6 bulan," jelas Kapolres Demak, AKBP Budy Adhy Buono, kepada wartawan di Mapolres Demak, Senin (6/9/2021).

Budi menerangkan, polisi mengungkap sejumlah santri bocah menjadi korban kekerasan. M juga telah mengakui perbuatannya.

"Ada yang di bagian kepala, ada yang di bagian punggung, ada yang di bagian perut, dan ada yang di bagian pipi. Dan selanjutnya juga, kami sudah memeriksa pelaku, bahwa pelaku mengaku dan membenarkan kejadian tersebut," ujar Budi.

Selain itu, Budi mengatakan polisi akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Demak terkait pendampingan anak pascakejadian. Ia menyebut langkah tersebut sebagai langkah antisipasi dampak psikis yang dialami korban.

"Pasti ada efeknya daripada kekerasan tersebut, secara psikis. Nanti kita akan minta bantuan daripada Dinas Sosial untuk mendampinginya," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Agil Widiyas Sampurna, memaparkan video yang viral tersebut terjadi di sebuah ponpes di Wonosalam, Demak.

Peristiwanya terjadi pada Rabu (1/9) sekitar pukul 22.00 WIB. Pelakunya adalah M, salah satu pengajar di pesantren anak-anak tersebut.

Dari keterangan pelaku dan saksi, pelaku mengecek kamar santri pada Rabu (1/9) sekitar pukul 22.00 WIB. Pelaku merasa emosi karena santri membantah saat diingatkan untuk tidur, lalu terjadilah aksi pemukulan tersebut.

"Ustaz M datang ke kamar bagian depan Pondok Pesantren Tahfidz Anak Darul Musthofa untuk mengecek para santri saat jam tidur, tetapi terdapat banyak santri yang belum tidur sehingga pelaku mengingatkan para santri untuk tidur. Tetapi para santri membantah sehingga terjadi pelaku melakukan penganiayaan terhadap para santri dengan cara memukul dan menampar menggunakan tangan kosong," terang Agil hari ini.

(sip/rih)