Kekhawatiran Gibran Soal Sertifikat Vaksin Bocor Seperti Dialami Jokowi

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 19:02 WIB
sertifikat vaksin
(Foto: dok istimewa)
Solo -

Sertifikat vaksin Presiden Joko Widodo bocor ke publik. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak perlu mencetak kartu vaksin, apalagi mengunggahnya ke media sosial.

Seperti dilihat detikcom, Jumat (3/9/2021), sertifikat vaksin itu memuat nama Joko Widodo beserta NIK. Selain itu, ada juga tanggal lahir Jokowi dan barcode.

Surat keterangan vaksinasi COVID-19 itu menyatakan bahwa Jokowi telah divaksinasi untuk dosis kedua pada 27 Januari 2021. Di bagian bawah sertifikat tersebut, ada logo KPC-PEN, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian BUMN.

Mengenai kebocoran sertifikat bernama Jokowi itu, Gibran mengatakan tidak memiliki wewenang untuk menjawab.

"Tanya ke Pak Menteri saja. Kan di luar wewenang saya," kata Gibran di sela kegiatannya, Sabtu (4/8/2021).

Namun secara umum Gibran mengingatkan agar tidak perlu mencetak kartu vaksin seperti KTP. Dia menyarankan agar menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai bukti telah divaksin.

"Saya sering menyarankan. Kalau sudah vaksin, kartu vaksinnya jangan di-print pakai kartu kayak KTP. Jangan di-screenshot, jangan di-uplod. Pakai PeduliLindungi aja," ujarnya.

Dia khawatir data yang ada pada sertifikat vaksin akan dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

"Takutnya ada yang iseng nomer KTP-nya dipakai, nggo nyewa VCD pa apa (dipakai buat menyewa VCD atau yang lainnya)," ujar Gibran berseloroh.

Seperti diberitakan sebelumnya, sertifikat vaksinasi Presiden Jokowi yang tersebar ini berasal dari PeduliLindungi. Dilihat detikcom, Jumat (3/9), sertifikat vaksinasi itu memuat nama Jokowi beserta NIK. Selain itu, ada tanggal lahir Jokowi dan barcode.

Surat keterangan vaksinasi COVID-19 itu menyatakan Jokowi telah divaksinasi untuk dosis kedua pada 27 Januari 2021. Di bagian bawah sertifikat tersebut, ada logo KPC-PEN, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian BUMN. Tak hanya itu, tersebar juga nomor HP ajudan presiden.

Simak juga 'Data Pribadi Jokowi Bocor, Apa Kabar RUU PDP?':

[Gambas:Video 20detik]



(bai/mbr)