Penipuan E-Mail Bisnis Rugikan Rp 1,4 M Dibongkar, 1 WN Nigeria Buron 

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 12:53 WIB
Jaringan internasional cyber crime dibongkar Polda DIY
Jaringan internasional cyber crime dibongkar Polda DIY (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Yogyakarta -

Ditreskrimsus Polda DIY mengungkap kasus penipuan dengan modus business e-mail compromise (BEC). Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 1,4 miliar. Mereka merupakan jaringan internasional yang melakukan kejahatan dengan mengincar surel yang memiliki celah untuk transaksi keuangan.

Satu tersangka perempuan berinisial MT (46) warga Jakarta diamankan. Sementara satu tersangka lain berinisial IG alias KN yang berasal dari Nigeria, Afrika masih buron.

Dir Reskrimsus Polda DIY AKBP Roberto Pasaribu mengatakan dalam kasus tindak pidana siber ini ada keterlibatan dari jaringan internasional.

"Ini adalah kasus yang berkaitan dengan tindak pidana siber. Dalam hal ini keterlibatan ada jaringan internasional, kita katakan sebagai African group dari kejahatan BEC," kata Roberto Pasaribu saat rilis kasus di Mapolda DIY, Sabtu (4/9/2021).

Roberto menjelaskan, sasaran kejahatan dari kelompok mengincar celah kerentanan dari sebuah surat elektronik (surel). Sasarannya adalah surel yang memiliki celah untuk transaksi keuangan.

"Pelaku terbagi atas 4 langkah, pertama mengidentifikasi target. Targetnya kelompok usaha yang memiliki transaksi keuangan baik yang bersifat lintas negara atau dalam negara," jelasnya.

Setelah mengidentifikasi target, pelaku kemudian berusaha mengambilalih surel tersebut. Setelah dikuasai mereka kemudian menukar informasi surel untuk mengubah transaksi keuangan target dengan mengirimkan surel palsu dengan alamat surel yang dibuat mirip aslinya.

"Ini sebuah jaringan yang secara sistematis dilakukan untuk kejahatan BEC tersebut. Kelompoknya berbeda, ada yang meretas, mengirim surel palsu dan ada juga yang bertugas menarik transaksi," jelasnya.

Terungkapnya kasus ini bermula saat korban yakni PT Pagilaran yang bergerak di bidang ekspor komoditi pangan yang melakukan hubungan usaha dengan Good Crown Food/Global Tea, Ltd di Kenya, Afrika. Ternyata, surel transaksi kedua perusahaan itu telah disusupi oleh para tersangka.

"Korban ini lokasi kantornya di Yogya. Kemudian sekitar November 2020 ada pengiriman 21 ton teh curah dengan nilai Rp 1,4 miliar," katanya.

"Surelnya sudah disusupi atau dihack, tadinya ekspor.pagilaran@gmail.com menjadi ekspor.pagilarans@gmail.com. Jadi ada penambahan huruf s di dalam surelnya," urainya.

Selengkapnya: transaksi lewat bank di New York...