Penipuan E-Mail Bisnis Rugikan Rp 1,4 M Dibongkar, 1 WN Nigeria Buron 

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 12:53 WIB
Jaringan internasional cyber crime dibongkar Polda DIY
Jaringan internasional cyber crime dibongkar Polda DIY (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)

Pengubahan surel itu membuat transaksi yang harusnya hanya dikirim ke satu rekening menjadi dua rekening lain yang sudah disiapkan pelaku. Rekening itu diketahui ada di salah satu bank di New York dan satu lagi di Indonesia.

"Satu rekening sebesar Rp 710 juta ke salah satu bank di New York, Amerika Serikat. Yang satu lagi masuk ke rekening bank di Indonesia senilai USD 48.304 atau sekitar Rp 600 juta sekian," sebutnya.

Tersangka MT baru bisa diamankan pada 4 Agustus lalu. Dari hasil pemeriksaan diketahui MT dan tersangka IG sudah saling menegenal sejak 2003.

"Kami bisa menangkap tersangka MT ini dan hasil dari pemeriksaan serta dari bukti digital forensik ditemukan ada perintah dari otak kejahatan berinisial IG KN warga Nigeria," ungkapnya.

MT saat ini sudah ditahan di Mapolda DIY. Sementara tersangka IG masih dalam pengejaran dan ditetapkan sebagai DPO. Polisi pun mengirimkan surat pencekalan untuk mencegah IG pergi dari Indonesia.

"Untuk MT sudah kami tahan dan untuk IG warga Nigeria kami sudah tetapkan status sebagai tersangka dan kami mengirimkan pencekalan karena kami duga IG masih berada di Indonesia, pencekalan ke Dirjen Imigrasi kemudian kami mengirimkan surat pemberitahuan ke Interpol untuk melakukan pencarian," katanya.

Barang bukti yang diamankan berupa 2 unit telepon genggam, 2 buah buku tabungan dan sejumlah dokumen pendukung yang disita petugas.

Jaringan internasional cyber crime dibongkar Polda DIYTersangka MT (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)

Terhadap tersangka, polisi menjerat dengan pasal 46 jo pasal 30 dan/atau pasal 48 jo pasal 32 dan/atau pasal 51 jo pasal 35 ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE. Selain itu, tersangka juga dijerat dengan pasal 55 KUHP dan/atau UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan/atau UU No 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana.

"Ancaman hukuman semua di atas 5 tahun dan saat ini kami masih mengembangkan alat bukti lain atau korban-korban lain yang sudah dilakukan peretasan dengan modus BCE," pungkasnya.


(mbr/mbr)