Pengakuan Bejat Pelaku Begal Payudara yang Ditangkap di Purworejo

Rinto Heksantoro - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 14:00 WIB
Pelaku begal payudara ditangkap di Purworejo, Jumat (3/9/2021).
Pelaku begal payudara ditangkap di Purworejo, Jumat (3/9/2021). (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo -

Pelaku aksi begal payudara di Purworejo, Jawa Tengah yakni Andrian Dwi Ratno (23) mengaku terdorong nafsu saat melakukan aksi bejatnya itu. Meski telah menyesal, ia tetap harus berurusan dengan hukum dan terancam 9 tahun penjara.

"Kalau malam jualan martabak. Setelah jualan baru muter-muter cari perempuan yang jalan sendirian. Ya nggak tahu kenapa pingin aja karena nafsu gitu, setelah itu puas tapi ya takut juga," kata Andri saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Purworejo, Jumat (3/9/2021).

Sebelumnya, aksi begal payudara juga pernah terjadi pada awal tahun 2020 lalu dan sempat viral di media sosial. Namun, Andri mengaku mulai melakukan aksinya sejak bulan Maret 2021.

"Saya nggak tahu kalau yang tahun lalu, saya baru melakukan dari bulan Maret tahun ini," tambahnya mengakui.

Dengan kedua tangan diborgol, Andri menuturkan bahwa aksinya itu sudah ia lancarkan sebanyak tujuh kali. Meski mengaku menyesali perbuatannya, ia tetap harus berurusan dengan hukum.

"Saya sudah tujuh kali melakukan itu (begal payudara), dan saya menyesal," lanjutnya.

Diwartakan sebelumnya, pelaku berhasil diamankan sesaat setelah melancarkan aksinya pada Senin (30/8) lalu sekitar pukul 21.30 WIB. Sebelum diamankan, pelaku telah beberapa kali melakukan tindakan asusila itu di wilayah Purworejo.

"Kami telah berhasil mengamankan satu orang terkait dengan kejahatan kesusilaan dengan modus tersangka meremas atau memegang payudara. Yang bersangkutan melakukan tindakan itu beberapa kali di wilayah Purworejo," ungkap Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Agus Budi Yuwono, saat menggelar pers rilis di Mapolres Purworejo, hari ini.

Dari kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa jaket, tas slempang dan satu unit sepeda motor milik pelaku. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku harus mendekam di sel tahanan Mapolres Purworejo dan bakal dijerat pasal 281 dan 289 KUHP tentang tindak asusila dengan ancaman paling lama 9 tahun penjara.

(sip/mbr)